Trump Blokir Produk Kanada dari Pengadaan Federal AS, Perang Dagang Kian Tajam
2026-09-09 08:32 WIB · aindari · 👁 1rb dibaca

Presiden AS Donald Trump memerintahkan penghapusan produk Kanada dari daftar vendor pengadaan pemerintah federal senilai lebih dari 50 miliar dolar AS per tahun, memperparah sengketa dagang kedua negara.
Ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan Kanada memasuki babak baru setelah Presiden Donald Trump pada Selasa (8/7) menginstruksikan lembaga pengadaan federal AS untuk menghentikan pembelian produk asal Kanada. Perintah itu ditujukan kepada General Services Administration (GSA), yang diminta bekerja sama dengan kantor Perwakilan Dagang AS guna menyingkirkan produk Kanada dari daftar vendor resmi yang dikenal sebagai Multiple Award Schedules — sebuah mekanisme pengadaan dengan nilai kontrak tahunan yang diklaim Trump melampaui 50 miliar dolar AS atau setara sekitar Rp880 triliun.
Dalam unggahannya di platform Truth Social, Trump menuding Kanada menerapkan praktik dagang yang tidak adil selama bertahun-tahun. Ia menyebut peternak sapi perah Amerika tidak mendapat akses ke pasar Kanada, serta menilai keberadaan industri otomotif Kanada semata-mata bergantung pada perjanjian dagang yang menurutnya sangat merugikan AS di era pemerintahan sebelumnya. Trump juga menuduh pemerintah federal dan provinsi Kanada menutup pintu bagi usaha kecil serta perusahaan Amerika di pasar pengadaan pemerintah mereka, sementara Kanada sendiri menikmati akses luas ke pasar serupa di AS, termasuk yang dikelola pemerintah negara bagian.
Trump menegaskan bahwa ketidakseimbangan ini bukan sekadar perbedaan kebijakan, melainkan ia menyebutnya sebagai bentuk penipuan dagang. Ia menyatakan bahwa tanpa adanya timbal balik, Kanada tidak akan mendapat akses ke pasar pengadaan AS. Trump turut menyalahkan mantan Presiden Joe Biden atas keberlanjutan kondisi tersebut, dengan menyebut pembatasan ini seharusnya sudah dihentikan jauh sebelumnya.
Langkah Trump ini muncul setelah perundingan dagang antara kedua negara gagal mencapai kesepakatan bulan lalu. Menyusul kegagalan itu, AS memberlakukan tarif sebesar 50 persen terhadap sejumlah produk utama Kanada. Kanada pun merespons dengan memberlakukan tarif balasan terhadap produk AS senilai 20 miliar dolar AS — sekitar Rp352 triliun — yang mulai berlaku pada hari yang sama dengan pengumuman Trump. Ottawa menegaskan bahwa tarif balasan tersebut hanya menyasar barang yang berasal dari AS dan tidak berlaku untuk pengiriman yang sudah dalam perjalanan saat kebijakan diberlakukan.
Eskalasi ini menandai salah satu titik paling panas dalam hubungan dagang AS-Kanada di bawah pemerintahan Trump. Serangkaian kebijakan tarif impor dan langkah balasan yang terus bergulir dari kedua sisi mencerminkan sengketa yang belum menemukan jalan keluar diplomatik. Bagi pasar dan pelaku bisnis di kedua negara, dinamika ini membawa ketidakpastian yang berpotensi memengaruhi rantai pasok, harga barang, serta sentimen investasi lintas batas.
Tag: Trump, Kanada, perang dagang, tarif impor, pengadaan federal