Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Kesehatan

113 Ribu Warga Terserang ISPA Akibat Kabut Asap Karhutla di Tujuh Provinsi

2026-09-10 19:31 WIB · aindari · 👁 803 dibaca

Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 113 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi terdampak kebakaran hutan dan lahan, dengan kualitas udara di sejumlah wilayah masuk kategori berbahaya.

Dampak kesehatan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus meluas. Per 9 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat total 113.336 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang tersebar di 63 kabupaten dan kota di tujuh provinsi, yakni Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Jambi, Riau, dan Sumatera Selatan.

Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengungkapkan data tersebut dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Kamis. Dari total kasus yang tercatat, sebanyak 26.545 di antaranya menyerang balita berusia 0 hingga 5 tahun, sementara 86.791 kasus menimpa kelompok usia di atas 5 tahun. Lonjakan kasus ini, menurut Widyawati, sejalan dengan memburuknya Indeks Standar Pencemar Udara di berbagai daerah terdampak.

Beberapa wilayah bahkan mencatatkan kualitas udara pada level paling kritis. Kabupaten Kotawaringin Timur hingga Kabupaten Murung Raya di Kalimantan Tengah masuk kategori berbahaya atau kode hitam. Adapun Baning Kota di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, serta Kabupaten Tebo di Jambi berada pada status sangat tidak sehat atau kode merah.

Menghadapi situasi ini, Kemenkes mengaktifkan 1.691 puskesmas dan 360 rumah sakit rujukan sebagai garda terdepan penanganan pasien. Ribuan tenaga medis pun dimobilisasi, terdiri dari 18.457 dokter umum, 189 dokter spesialis paru, 238 spesialis THT, 280 spesialis mata, dan 212 dokter spesialis lainnya. Selain itu, tenaga pendukung seperti perawat, apoteker, bidan, epidemiolog, sanitarian, hingga pengemudi ambulans turut dikirimkan ke seluruh provinsi terdampak.

Dari sisi logistik, Kemenkes telah mendistribusikan hampir satu juta lembar masker, tepatnya 980.315 lembar, bersama 277 unit oxygen concentrator, 36 tabung oksigen, 41.000 pasang sarung tangan, 4.908 unit APD, serta sejumlah face shield dan air purifier. Sebanyak 87 Laboratorium Kesehatan Masyarakat juga disiagakan untuk memantau kualitas udara secara berkala, didukung layanan darurat PSC 119.

Widyawati mengimbau masyarakat di wilayah terdampak agar tidak panik, namun tetap waspada. Penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan konsumsi air putih yang cukup menjadi langkah pencegahan yang dianjurkan. Warga yang mengalami gejala sesak napas diminta segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan.

Tag: ISPA, karhutla, Kementerian Kesehatan, kualitas udara, kesehatan masyarakat