Bangun Subuh hingga Olahraga Berat, Cara Iwet Ramadhan dan Dion Wiyoko Atur Pola Tidur
2026-09-12 06:04 WIB · aindari · 👁 414 dibaca

Dua figur publik ini punya pendekatan berbeda untuk menjaga ritme tidur, namun keduanya sepakat bahwa konsistensi rutinitas pagi adalah kuncinya.
Menjaga pola tidur di tengah jadwal padat bukan perkara mudah, tapi presenter Iwet Ramadhan dan aktor Dion Wiyoko punya cara masing-masing untuk mengatasinya. Keduanya berbagi rutinitas harian dalam sebuah diskusi kesehatan yang diselenggarakan OMRON Healthcare Indonesia di Jakarta, Jumat.
Iwet menetapkan batas tidur malam paling lambat pukul 22.00. Untuk bisa konsisten dengan jam tidur itu, ia memulai harinya sangat awal — bangun pukul 04.30, lalu mengisi satu jam pertama dengan meditasi. Begitu meditasi selesai sekitar pukul 05.30, ia langsung beralih ke sesi olahraga yang, menurut pengakuannya sendiri, tidak pernah ringan. Lari minimal lima kilometer, angkat beban, atau renang tiga kilometer menjadi pilihannya setiap pagi.
Logika di balik intensitas olahraga itu cukup sederhana: menguras energi sejak pagi agar tubuh benar-benar siap beristirahat ketika malam tiba. Setelah berolahraga, Iwet langsung menjalani tugasnya sebagai penyiar mulai pukul 07.00 hingga 08.00, dilanjutkan dengan agenda kerja yang padat sampai sore. Hasilnya, rasa kantuk sudah datang sekitar pukul 21.00 — satu jam sebelum target tidurnya.
Dion Wiyoko memilih ritme yang sedikit berbeda. Ia bangun pukul 05.30 dan mulai berolahraga pada pukul 06.00, dengan pilihan aktivitas seperti gym atau tenis. Baginya, suasana pagi hari memberikan ketenangan tersendiri yang membuat sesi olahraga terasa lebih menyenangkan. Kebiasaan ini sudah ia bangun jauh sebelum memiliki anak, dan setelah menjadi ayah, ia justru merasa lebih mudah menjaga pola tidur karena ritmenya bisa menyesuaikan jadwal istirahat sang anak.
Dion menekankan bahwa konsistensi tidak datang begitu saja — dibutuhkan kemampuan mengatur waktu dan menetapkan prioritas yang jelas. Tanpa itu, waktu istirahat yang cukup akan sulit terwujud di tengah berbagai tuntutan keseharian.
Meski pendekatannya berbeda, Iwet dan Dion sama-sama menunjukkan bahwa rutinitas pagi yang terstruktur bisa menjadi fondasi pola hidup yang lebih sehat. Bagi keduanya, aktivitas fisik di pagi hari bukan sekadar soal kebugaran, melainkan juga alat untuk mengatur energi dan siklus tidur secara keseluruhan.
Tag: pola tidur, rutinitas pagi, olahraga, gaya hidup sehat, Dion Wiyoko