Keluarga Korban KMP Virgo Transport 8 Bertahan di Posko, Menanti Kepastian dari Laut Jawa
2026-09-14 21:31 WIB · aindari · 👁 1rb dibaca

Di tengah ketidakpastian, keluarga para korban hilangnya KMP Virgo Transport 8 berjaga di Pelabuhan Tanjung Perak, menggantungkan harapan pada tim SAR gabungan.
Sebuah papan putih berisi daftar nama penumpang menjadi pusat perhatian di Posko Terpadu Kecelakaan KMP Virgo Transport 8, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Satu per satu, wajah-wajah cemas menyisir deretan nama itu, berharap menemukan tanda-tanda keberadaan orang yang mereka cintai. KMP Virgo Transport 8 dilaporkan mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa pada Minggu, 13 September 2026, saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin.
Ruswi (25) adalah salah satu yang memilih bertahan di posko tersebut. Ia datang membawa harapan keluarga untuk menemukan Edi Sukamto, seorang anak buah kapal (ABK) asal Dusun Brak Sari, Kemuning, Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Edi bertugas sebagai oiler, yakni kru yang bertanggung jawab di bagian mesin kapal, dan termasuk dalam daftar yang dilaporkan hilang kontak.
Komunikasi terakhir Edi dengan keluarganya berlangsung pada Sabtu, 12 September 2026, sekitar waktu magrib. Setelah itu, tidak ada satu pun pesan atau kabar yang masuk. Ketiadaan komunikasi ini terasa janggal karena Edi dikenal selalu rutin menghubungi keluarga lewat WhatsApp. Kabar hilangnya kapal akhirnya sampai ke keluarga bukan melalui pihak berwenang, melainkan dari informasi yang beredar di media sosial.
Ruswi mengungkapkan bahwa keluarganya telah menyerahkan segala kemungkinan kepada Yang Maha Kuasa, meski bukan berarti berhenti berharap. Bagi mereka, kepulangan Edi dalam keadaan selamat adalah harapan terbesar. Namun jika takdir berkata lain, keluarga tetap berharap jasadnya bisa ditemukan dan dibawa pulang ke kampung halaman.
Kisah serupa datang dari Umi, yang hadir di posko dengan mata berkaca-kaca. Ia menunggu kabar dua orang sekaligus: suaminya, Yusuf, yang bekerja sebagai sopir truk ekspedisi, dan adiknya, Adam, yang bertugas sebagai kenek truk di kapal yang sama. Hingga saat ditemui, keduanya belum ditemukan. Umi mengaku masih menunggu informasi terbaru dari Banjarmasin, kota tujuan pelayaran kapal tersebut.
Di balik kesedihan yang tampak di wajahnya, Umi tetap menyuarakan harapan agar suami dan adiknya segera ditemukan dalam keadaan selamat. Doa menjadi satu-satunya yang bisa ia panjatkan sembari menanti kerja tim penyelamat membuahkan hasil.
Kisah Ruswi dan Umi mencerminkan beban yang ditanggung banyak keluarga korban dalam peristiwa ini. Keselamatan transportasi laut menyangkut tanggung jawab banyak pihak, mulai dari regulator, operator kapal, pengelola pelabuhan, hingga tim penyelamat — dan tragedi seperti ini kembali mengingatkan betapa mahalnya harga kelalaian di tengah lautan.
Tag: KMP Virgo Transport 8, kecelakaan kapal, Laut Jawa, SAR, Tanjung Perak