Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Ekonomi

Bulog Gandeng TNI Percepat Distribusi Beras ke 33,2 Juta Keluarga Miskin

2026-09-16 06:11 WIB · aindari · 👁 697 dibaca

Bulog menggandeng TNI untuk mempercepat penyaluran bantuan pangan beras sebesar 1 juta ton kepada 33,2 juta penerima manfaat pada Oktober–Desember 2026.

Perum Bulog memperkuat strategi distribusi bantuan pangan dengan menggandeng Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai mitra penyaluran. Langkah ini diambil untuk memastikan beras bantuan pemerintah dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah-daerah yang selama ini menghadapi tantangan logistik.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan bahwa koordinasi dengan TNI telah dilakukan secara langsung melalui pertemuan dengan Kepala Staf Teritorial TNI Letnan Jenderal TNI Bambang Trisnohadi di Markas Besar TNI, Cilangkap. Pertemuan itu membahas penguatan sinergi kedua institusi dalam mendukung percepatan penyaluran cadangan beras pemerintah (CBP). Kolaborasi ini sekaligus menjadi bagian dari momentum peringatan HUT Ke-81 TNI.

Program bantuan pangan yang dipercepat ini merupakan tindak lanjut dari dukungan Presiden Prabowo Subianto terhadap hasil Rapat Koordinasi Terbatas bidang Pangan. Pemerintah menyetujui penambahan bantuan pangan untuk periode Oktober hingga Desember 2026 dengan total volume 1 juta ton beras, menyasar 33,2 juta penerima bantuan pangan (PBP) dari kelompok desil 1 hingga desil 4 — yakni segmen masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah. Setiap penerima berhak mendapat 10 kilogram beras per bulan.

Selain bantuan langsung tersebut, pemerintah juga menyetujui penambahan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 1 juta ton untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada periode yang lebih panjang, yakni September 2026 hingga Maret 2027. Kebijakan ganda ini ditujukan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengantisipasi potensi gangguan pasokan akibat El Niño menjelang Natal dan Tahun Baru 2027.

Rizal menegaskan bahwa jaringan teritorial TNI di berbagai daerah akan memperkuat efektivitas program, khususnya dalam memastikan proses penyaluran berjalan lancar hingga ke tangan penerima manfaat. Bulog menargetkan distribusi yang cepat, masif, tertib, dan tepat sasaran melalui koordinasi intensif dengan seluruh pemangku kepentingan terkait.

Dengan stok cadangan beras pemerintah yang dilaporkan mencapai 4,7 juta ton pada pertengahan September, Bulog menyatakan kesiapan penuh untuk menjalankan seluruh penugasan pemerintah tersebut. Rizal menyebut kebijakan ini sebagai cerminan perhatian pemerintah terhadap kelompok masyarakat yang paling membutuhkan dukungan pangan.

Tag: Bulog, bantuan pangan, beras, TNI, ketahanan pangan