AS Dilaporkan Siapkan Tambahan Pesawat Tanker di Israel di Tengah Ketegangan dengan Iran
2026-07-18 06:07 WIB · aindari

Washington disebut meminta Israel menampung lebih banyak pesawat pengisian bahan bakar militer saat konflik dengan Teheran kembali memanas.
Amerika Serikat dilaporkan memberi tahu Israel mengenai rencana penempatan tambahan puluhan pesawat tanker militer di wilayah Israel. Laporan Axios pada Jumat (17/7), yang mengutip tiga pejabat AS dan Israel, menyebut langkah itu terkait persiapan Washington menghadapi kemungkinan eskalasi operasi terhadap Iran.
Rencana tersebut muncul ketika ketegangan AS-Iran kembali meningkat. The Wall Street Journal sebelumnya melaporkan pada Rabu, berdasarkan keterangan sejumlah pejabat AS, bahwa Presiden Donald Trump sedang menimbang perluasan operasi militer terhadap Iran. Opsi yang disebut dalam laporan itu termasuk pengerahan pasukan darat untuk mengambil alih Pulau Kharg.
Menurut Axios, sekitar 60 pesawat tanker militer AS sudah berada di Israel. Sekitar separuhnya ditempatkan di Bandar Udara Internasional Ben Gurion dekat Tel Aviv, sedangkan sisanya berada di Bandar Udara Ramon di bagian selatan Israel. Washington juga disebut meminta Israel menerima tambahan pesawat serupa, tetapi keputusan akhirnya berada pada Kepala Otoritas Israel Benjamin Netanyahu.
Penempatan pesawat-pesawat itu memunculkan perdebatan internal di Israel. Kepala Otoritas Perhubungan Israel Miri Regev dilaporkan mendorong pengurangan jumlah pesawat tanker AS di Ben Gurion. Namun, usulan tersebut ditolak Otoritas Pertahanan Israel dan Angkatan Pertahanan Israel. Militer AS disebut memilih Ben Gurion karena dianggap lebih aman untuk operasi pesawat mereka dibandingkan pangkalan lain di kawasan.
Kehadiran armada militer AS dalam jumlah besar juga berdampak pada penggunaan ruang bandara. Axios melaporkan pesawat-pesawat tersebut kini mengisi sebagian besar area bandara, sehingga kedatangan tambahan pesawat berisiko mengganggu penerbangan sipil. Risiko itu menjadi lebih sensitif karena berlangsung pada masa puncak liburan, ketika pembatalan penerbangan secara luas dapat terjadi.
Ketegangan terbaru terjadi meski Teheran dan Washington telah menandatangani nota kesepahaman pada 18 Juni untuk menghentikan konflik yang dimulai pada 28 Februari. Sejak 8 Juli, militer AS kembali melakukan beberapa gelombang serangan ke Iran. Komando Pusat AS menyatakan serangan itu sebagai tanggapan atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz. Iran kemudian membalas dengan menyerang sejumlah pangkalan militer AS di Timur Tengah.
Pada Minggu, Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz sampai AS menghentikan keterlibatannya di kawasan, setelah kedua pihak kembali saling menyerang. Sehari setelahnya, Trump menyatakan AS akan bertindak sebagai penjaga Selat Hormuz. Ia juga mengatakan Washington kembali menerapkan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Tag: Amerika Serikat, Israel, Iran, Selat Hormuz, militer