Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Ekonomi

Pelaku Industri ASEAN-China Dorong Kerja Sama Bernilai Tambah di Guangdong

2026-07-18 06:08 WIB · aindari

Pertemuan dagang di Guangdong membahas penguatan rantai pasok ASEAN-China melalui AI, energi baru, ekonomi hijau, dan integrasi industri regional.

Kerja sama industri antara ASEAN dan China diarahkan semakin jauh dari pola konvensional menuju sektor bernilai tambah, termasuk kecerdasan buatan, energi baru, serta penguatan rantai pasok regional. Arah itu mengemuka dalam Konferensi Pertukaran dan Pencocokan Mekanisme Kerja Sama Rantai Pasokan dan Promosi Perdagangan China (Guangdong)-ASEAN 2026 yang berlangsung di Provinsi Guangdong, China selatan, Kamis (16/7).

Forum tersebut mempertemukan unsur pemerintah, pelaku usaha, kalangan industri, dan akademisi dari China serta negara-negara ASEAN. Agenda utamanya mencakup pemanfaatan AI untuk memperkuat industri, pengembangan energi baru, serta koordinasi rantai industri dan rantai pasokan yang lebih terhubung di kawasan.

Dari Indonesia, Presiden PT Jia He Group Lim Dickson menilai peluang kolaborasi dengan China masih besar. Ia memandang Indonesia memiliki sumber daya melimpah dan pasar domestik yang luas, sementara China unggul dalam teknologi dan ketersediaan tenaga kerja. Kombinasi tersebut, menurutnya, dapat menjadi dasar kerja sama yang saling melengkapi.

Lim menjelaskan perusahaannya telah bekerja bersama mitra-mitra China selama puluhan tahun di sejumlah bidang, mulai dari energi, pertanian, perikanan, hingga pertambangan. Ia menyebut beberapa proyek, termasuk pembangkit listrik berbasis sampah serta skema fotovoltaik yang dikombinasikan dengan perikanan, dapat berjalan setelah melalui kajian kelayakan, penyesuaian sumber daya, dan koordinasi kebijakan. Ia juga menyampaikan bahwa sejumlah perusahaan China menggandeng pihaknya untuk mendorong investasi di Indonesia.

Menurut Lim, hubungan ekonomi Indonesia-China kini menunjukkan pergeseran menuju bidang dengan nilai tambah lebih tinggi. Ia berharap semakin banyak perusahaan AI dapat bekerja sama dengan mitra Indonesia, termasuk untuk memperluas jangkauan ke pasar internasional.

Pandangan serupa datang dari Laos. Wakil Presiden Kamar Dagang dan Industri Nasional Laos Thanousone Phonamat menilai negaranya memiliki posisi geografis yang khas dan dapat dimanfaatkan untuk memperluas kerja sama dengan China. Bidang yang ia soroti meliputi pelatihan talenta AI dan keterampilan digital, manufaktur energi baru, pengolahan hasil pertanian, serta konektivitas pengiriman kargo multimoda yang menggabungkan jalur kereta dan laut.

Peserta forum menilai hubungan rantai pasok antara Guangdong dan ASEAN telah memasuki tahap yang lebih maju, ditandai integrasi regional yang lebih dalam, koordinasi sektor industri yang lebih baik, serta kanal kerja sama yang semakin terbentuk. Sekretaris Jenderal Pusat ASEAN-China Zhang Lizhong mendorong kedua pihak membangun sistem rantai pasok regional yang lebih stabil, efisien, dan berkelanjutan, dengan fokus pada ekonomi digital, ekonomi hijau, AI, infrastruktur digital, dan rantai pasok hijau.

Tag: ASEAN-China, rantai pasok, AI, energi baru, ekonomi hijau