Rial Tertekan, Toman Jadi Kunci Memahami Transaksi di Iran
2026-07-18 06:10 WIB · aindari

Pelemahan mata uang Iran kembali menyoroti perbedaan antara rial sebagai alat pembayaran resmi dan toman yang lazim dipakai masyarakat.
Mata uang Iran kembali menjadi perhatian di tengah meningkatnya tekanan geopolitik dan kebijakan ekonomi internasional. Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberlakukan tarif hingga 25 persen terhadap negara-negara yang masih berbisnis dengan Iran. Kebijakan itu menambah sentimen terhadap ekonomi Iran, yang selama bertahun-tahun dibebani sanksi, inflasi tinggi, dan pelemahan nilai tukar.
Dalam perkembangan terbaru, rial dilaporkan sempat berada pada posisi terendah saat dikonversi terhadap euro. Tekanan pada mata uang resmi Iran tersebut menggambarkan rapuhnya kondisi ekonomi negara itu. Namun, bagi orang asing yang datang ke Iran, persoalan mata uang tidak hanya soal kurs, melainkan juga perbedaan istilah yang digunakan dalam praktik jual beli sehari-hari.
Secara resmi, Iran memakai rial sebagai mata uang nasional. Satuan ini digunakan dalam administrasi negara, sistem perbankan, dokumen keuangan, serta pencantuman harga di pusat belanja modern. Kode internasionalnya adalah IRR. Uang yang beredar secara hukum juga berbasis rial, sehingga mata uang ini tetap menjadi acuan formal dalam sistem keuangan Iran.
Di pasar tradisional, toko kecil, atau percakapan harian, masyarakat Iran lebih sering menyebut toman. Penggunaan toman muncul karena angka dalam rial menjadi sangat besar akibat inflasi. Dengan menyebut harga dalam toman, transaksi terdengar lebih sederhana. Dalam praktik lama, satu toman dipahami setara dengan 10.000 rial, atau empat angka nol lebih sedikit dari nominal rial.
Perbedaan penyebutan itu sering membingungkan wisatawan. Bila seorang pedagang menyebut harga 60.000 toman, nilai yang dimaksud setara dengan 600.000 rial. Secara historis, rial tetap menjadi mata uang sah yang tercetak dan dipakai dalam catatan resmi, sementara toman berkembang sebagai cara masyarakat menyederhanakan nilai dalam percakapan ekonomi sehari-hari.
Untuk merapikan sistem tersebut, Pemerintah Iran melalui Bank Sentral Iran mulai mendorong redenominasi sejak 2020. Pelaksanaannya diperluas secara bertahap pada 2025 hingga 2026. Dalam skema baru, satuan utama diganti menjadi toman baru dengan penghapusan empat nol, sehingga 10.000 rial lama sama dengan 1 toman baru. Toman baru juga dibagi menjadi qiran, dengan 1 toman berisi 100 qiran.
Selama masa peralihan, uang lama masih berlaku berdampingan dengan emisi baru. Uang kertas yang diterbitkan belakangan menampilkan nominal lebih kecil dan menyertakan bayangan angka nol sebagai penanda perubahan. Di luar persoalan teknis mata uang, pelemahan rial tetap dipengaruhi tekanan besar, mulai dari sanksi internasional, pembatasan ekspor minyak, keterbatasan akses ke perbankan global, inflasi domestik, hingga ketegangan politik di Timur Tengah yang dapat menggerus kepercayaan pasar.
Tag: Iran, rial, toman, kurs, ekonomi global