Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Pendidikan

Untirta Didorong Perkuat Peran Pendidikan Tinggi bagi Pembangunan Banten

2026-09-25 17:03 WIB · aindari

Lamhot Sinaga menilai Untirta perlu memperluas kontribusi melalui penguatan SDM, riset, inovasi, kewirausahaan, dan kolaborasi lintas sektor.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI sekaligus Ketua Ikatan Alumni Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Lamhot Sinaga, menilai Untirta memiliki posisi strategis dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di Banten. Menurut dia, kapasitas kampus dalam menyiapkan lulusan akan ikut menentukan kontribusi daerah terhadap pembangunan nasional.

Pandangan itu disampaikan Lamhot dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, bertepatan dengan peringatan Dies Natalis ke-45 Untirta. Ia menyampaikan apresiasi kepada civitas akademika yang selama ini mengembangkan tradisi akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta inovasi. Momentum 45 tahun, menurutnya, perlu menjadi pijakan untuk memperkuat peran kampus, bukan hanya merayakan capaian institusi.

Lamhot menyoroti perubahan kebutuhan tenaga kerja di tengah perkembangan industri, perdagangan, jasa, pariwisata, ekonomi kreatif, dan transformasi digital. Ia menilai perguruan tinggi perlu menyiapkan lulusan yang mampu beradaptasi, masuk ke dunia kerja, sekaligus menciptakan peluang kerja baru. Dalam konteks itu, Untirta dinilai memiliki peluang menjadi salah satu kekuatan utama pendidikan tinggi di Banten.

Ia juga menekankan bahwa hubungan antara kualitas pendidikan dan pertumbuhan ekonomi tidak dapat dipisahkan. Pendidikan yang kuat akan menghasilkan tenaga kerja yang lebih kompeten, sedangkan kualitas tenaga kerja berpengaruh pada produktivitas dan daya saing daerah. Karena itu, pengembangan Untirta diharapkan semakin diarahkan pada riset, inovasi, teknologi, kewirausahaan, dan kerja sama dengan dunia industri.

Menurut Lamhot, hasil penelitian dan inovasi dari kampus sebaiknya tidak berhenti sebagai karya akademik semata. Pengetahuan yang lahir dari perguruan tinggi perlu diterjemahkan menjadi solusi yang dapat dimanfaatkan masyarakat dan dunia usaha. Ia memandang kampus sebagai penghubung antara ilmu pengetahuan, kebutuhan publik, dan dinamika industri.

Tantangan pendidikan tinggi ke depan, kata Lamhot, akan semakin kompleks karena kecerdasan artifisial, otomasi, ekonomi digital, perubahan struktur industri, dan kebutuhan pekerjaan berbasis pengetahuan mengubah peta kompetensi tenaga kerja. Untirta didorong memperkuat ekosistem pembelajaran yang adaptif agar mahasiswa memiliki kemampuan akademik, berpikir kritis, kreativitas, penguasaan teknologi, jiwa kewirausahaan, dan karakter yang relevan dengan dunia kerja masa depan.

Lamhot turut menekankan pentingnya hubungan kampus dengan alumni. Sebagai Ketua IKA Untirta, ia menyebut alumni dapat mendukung kampus melalui pengalaman profesional, jejaring, mentoring, kerja sama, dan pengabdian. Ia berharap sinergi antara civitas akademika, alumni, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat semakin kuat sehingga keberhasilan Untirta tidak hanya terlihat dari pertumbuhan institusi, tetapi juga dari dampaknya bagi masyarakat, pembangunan Banten, dan kemajuan Indonesia.

Tag: Untirta, Pendidikan Tinggi, SDM, Banten, Alumni