Semeru Beberapa Kali Meletus Jumat Malam, Warga Diminta Patuhi Zona Bahaya
2026-09-26 00:31 WIB · aindari · 👁 387 dibaca

Gunung Semeru di Lumajang mengalami rangkaian erupsi pada Jumat malam, dengan kolom abu mengarah ke utara dan status aktivitas tetap Siaga.
Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik tinggi pada Jumat malam. Gunung setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut itu tercatat mengalami beberapa kali erupsi dalam rentang pukul 22.00 hingga menjelang tengah malam WIB, berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Semeru.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, melaporkan letusan pertama teramati pada pukul 22.15 WIB. Saat itu, kolom letusan diperkirakan mencapai sekitar 700 meter dari puncak. Abu yang keluar tampak berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang dan bergerak ke arah utara.
Aktivitas serupa kembali muncul tidak lama kemudian. Pada pukul 22.26 WIB, Semeru kembali erupsi dengan tinggi kolom sekitar 500 meter di atas puncak, atau sekitar 4.176 meter di atas permukaan laut. Dalam laporan tersebut, erupsi masih berlangsung ketika pengamatan dibuat, dengan warna abu dan arah sebaran yang relatif sama.
Rangkaian letusan berlanjut pada pukul 22.40 WIB, ketika kolom abu kembali teramati setinggi sekitar 700 meter di atas puncak. Empat belas menit setelahnya, pada pukul 22.54 WIB, erupsi berikutnya menghasilkan kolom sekitar 400 meter dari puncak atau 4.076 meter di atas permukaan laut. Abu tetap terlihat putih hingga kelabu, berintensitas sedang, dan mengarah ke utara.
Menjelang tengah malam, aktivitas Semeru belum mereda. Pada pukul 23.05 WIB, letusan kembali terjadi dengan tinggi kolom sekitar 300 meter dari puncak. Erupsi berikutnya tercatat pada pukul 23.29 WIB, dengan kolom letusan lebih tinggi, yakni sekitar 800 meter di atas puncak. Dengan catatan itu, Semeru mengalami enam kali erupsi sejak pukul 22.00 hingga 23.29 WIB.
Saat ini aktivitas Gunung Semeru berada pada Status Level III atau Siaga. Masyarakat diminta tidak melakukan kegiatan apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 kilometer dari puncak sebagai pusat erupsi. Di luar jarak tersebut, warga juga diminta menjauhi area 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena masih ada potensi perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.
Petugas juga mengingatkan larangan beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Semeru karena kawasan itu rawan lontaran batu pijar. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Semeru, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta sungai-sungai kecil anak Besuk Kobokan.
Tag: Gunung Semeru, Lumajang, erupsi, Siaga, Jawa Timur