Mercedes-Benz Perluas Uji Baterai Solid-State Bersama ProLogium
2026-09-27 17:04 WIB · aindari · 👁 654 dibaca

Mercedes-Benz mendapat akses prioritas untuk menguji sel baterai generasi terbaru ProLogium sebagai bagian dari pengembangan kendaraan listrik masa depan.
Mercedes-Benz memperdalam kolaborasinya dengan ProLogium, perusahaan energi asal Taiwan, untuk mempercepat pengujian teknologi baterai solid-state bagi kendaraan listrik. Kerja sama yang telah berlangsung lebih dari satu dekade itu kini memasuki tahap baru melalui kesepakatan yang memberi Mercedes-Benz akses prioritas terhadap sel baterai generasi keempat buatan ProLogium.
Menurut laporan Carscoops pada Jumat (25/9) waktu setempat, sel yang akan diuji merupakan baterai lithium-ceramic generasi terbaru. Mercedes-Benz akan mengevaluasi aspek kelistrikan, termal, dan keselamatan dari teknologi tersebut. Pengujian dilakukan di fasilitas milik Mercedes-Benz serta melalui lembaga pengujian pihak ketiga.
Baterai solid-state dipandang sebagai salah satu teknologi penting untuk kendaraan listrik karena memakai material padat yang tidak mudah terbakar sebagai pengganti elektrolit cair pada baterai lithium-ion konvensional. Pendekatan ini disebut menawarkan kepadatan energi lebih tinggi, pengisian daya lebih cepat, tingkat keamanan lebih baik, serta umur pakai yang lebih panjang.
Sel ProLogium yang masuk tahap pengujian menggunakan separator berbahan keramik dan elektrolit anorganik yang tidak mudah terbakar. Teknologi tersebut diklaim dapat mendukung pengisian cepat sekaligus menghasilkan daya keluaran tinggi. Anggota Dewan Manajemen Mercedes-Benz Group AG Jörg Burzer menyampaikan bahwa perusahaan berkomitmen membentuk masa depan mobilitas listrik melalui inovasi dan kepemimpinan teknologi.
Mercedes-Benz bukan satu-satunya produsen yang mengejar baterai solid-state. BYD, Toyota, Nissan, Honda, Volkswagen, Stellantis, Chery, dan sejumlah perusahaan lain juga tengah mengembangkan serta menguji teknologi serupa untuk generasi kendaraan listrik berikutnya. Sebagian teknologi dari para pelaku industri itu diperkirakan dapat masuk pasar dalam 12 bulan ke depan.
ProLogium saat ini telah mengoperasikan pabrik baterai berskala besar di Taiwan. Perusahaan itu juga menyiapkan fasilitas produksi di Dunkirk, Prancis, dengan kapasitas hingga 44 GWh. Pabrik tersebut ditujukan untuk memasok sel baterai bagi pelanggan di Eropa, termasuk Mercedes-Benz.
Selain ProLogium, Mercedes-Benz juga bekerja dengan Factorial Energy dari Amerika Serikat dalam pengembangan baterai solid-state. Perusahaan itu menguji sel lithium-metal buatan Factorial, termasuk pada Mercedes-Benz EQS yang tahun lalu menempuh 748,8 mil atau 1.205 kilometer dalam sekali pengisian daya. Mercedes-Benz menyebut kendaraan tersebut masih memiliki estimasi sisa jarak tempuh 85 mil atau 137 kilometer saat pengujian selesai.
Tag: Mercedes-Benz, ProLogium, baterai solid-state, mobil listrik, otomotif