Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Hiburan

Rumah Peninggalan Bing Slamet Disiapkan Jadi Museum Budaya

2026-09-28 17:05 WIB · aindari

Kementerian Kebudayaan memfasilitasi pembangunan Museum Bing Slamet dengan mempertahankan rumah sang maestro sebagai ruang edukasi, apresiasi seni, dan pengingat sejarah.

Kementerian Kebudayaan memfasilitasi pembangunan Museum Bing Slamet untuk menghadirkan ruang publik yang mempertemukan sejarah, seni, dan budaya. Museum ini diarahkan bukan hanya sebagai tempat mengenang sosok Bing Slamet, tetapi juga sebagai sarana belajar bagi masyarakat serta sumber inspirasi bagi generasi berikutnya.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan bahwa dukungan masyarakat menjadi unsur penting agar museum tersebut dapat berkembang sebagai pusat budaya. Ia menekankan peran museum sebagai tempat belajar, mengapresiasi karya, menjaga ingatan, dan mendorong lahirnya seniman serta budayawan baru seperti Bing Slamet pada masa mendatang.

Pembangunan museum dilakukan Kementerian Kebudayaan melalui Direktorat Sejarah dan Permuseuman dengan memanfaatkan rumah peninggalan Bing Slamet. Rumah itu tidak diubah secara besar-besaran. Arsitektur dan ruang aslinya tetap dipertahankan, sementara renovasi dilakukan secara ringan agar nilai historis bangunan tetap terjaga dan pengalaman sejarah terasa lebih dekat bagi pengunjung.

Direktur Jenderal Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Restu Gunawan menjelaskan bahwa Museum Bing Slamet menjadi bagian dari komitmen pemerintah menjadikan museum sebagai ruang publik yang relevan, edukatif, dan bermanfaat. Ia juga menyebut Kementerian Kebudayaan pada 2026 menjalankan revitalisasi bertahap terhadap sekitar 200 museum dan cagar budaya. Museum Bing Slamet termasuk yang ditata dan diselesaikan tahun ini, setelah pembangunannya dimulai ketika Hari Komedi Nasional ditetapkan pada 2025.

Dari pihak keluarga, Adi Bing Slamet menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kebudayaan atas inisiatif mewujudkan rumah tersebut sebagai museum. Menurut dia, rumah di Jalan Arifin No 7 memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar tempat tinggal. Pada masa kejayaan Bing Slamet, rumah itu menjadi pusat kegiatan kreatif dan tempat bertemu para maestro serta seniman dari berbagai generasi.

Museum Bing Slamet dirancang memiliki delapan area yang menampilkan perjalanan hidup sang maestro. Narasi yang disajikan mencakup masa kecil, kiprah di musik, lawak, film, memori keluarga, jaringan seniman, perjuangan kemerdekaan, hingga ruang apresiasi masyarakat. Koleksinya meliputi gitar, piringan hitam, piagam penghargaan, foto keluarga, surat pribadi, pakaian, dan berbagai memorabilia lain.

Selain koleksi fisik, museum ini juga mempertahankan sejumlah ruang autentik dari rumah Bing Slamet sebagai bagian dari cerita utama. Unsur interaktif turut disiapkan, antara lain radio lama, headphone bergaya vintage, AI photo booth, dubbing suara, dan peta digital Jakarta tempo dulu. Pendekatan ini ditujukan agar generasi muda dapat mengenal sejarah secara lebih partisipatif dan dekat dengan pengalaman mereka.

Tag: Bing Slamet, museum, Kementerian Kebudayaan, seni budaya, hiburan