Mediator Dorong Iran Beri Isyarat Kompromi Nuklir di Tengah Kebuntuan dengan AS
2026-09-28 17:13 WIB · aindari

Upaya menghidupkan kembali jalur gencatan senjata AS-Iran tersendat setelah Washington menolak proposal Teheran terkait Selat Hormuz dan blokade pelabuhan.
Para mediator berupaya menekan Iran agar membuka ruang kompromi terkait program nuklirnya, seiring macetnya pembicaraan gencatan senjata dengan Amerika Serikat. Laporan The Wall Street Journal yang dikutip Anadolu pada Senin menyebut langkah itu muncul setelah Presiden AS Donald Trump menolak tawaran Iran untuk gencatan senjata selama tujuh hari.
Usulan Teheran sebelumnya dikaitkan dengan pembukaan kembali Selat Hormuz dan penghentian blokade AS terhadap pelabuhan Iran. Namun, pihak penengah menilai dorongan agar Iran bergerak di isu nuklir masih memiliki peluang kecil, karena Teheran belum memperlihatkan kesiapan untuk membahas poin tersebut.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Minggu (27/9) menyatakan negaranya tetap membuka pintu diplomasi. Di saat yang sama, ia menegaskan Iran siap merespons apabila serangan militer kembali terjadi. Menurut Araghchi, keputusan untuk memilih jalur perundingan atau eskalasi berada di tangan Presiden Trump.
Pihak penengah dari Arab menyebut belum ada konsesi baru dari Iran sejak proposal gencatan senjata itu ditolak Washington. Sejumlah pejabat Teluk mengatakan Teheran justru menginginkan Amerika Serikat lebih dulu memberikan kelonggaran sebelum proses negosiasi dapat dilanjutkan.
Qatar menjadi salah satu penghubung pesan antara Washington dan Teheran. Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani menggambarkan konflik ini sebagai persoalan yang sangat rumit, menandakan terbatasnya ruang manuver diplomatik di tengah sikap keras kedua pihak.
Iran disebut menginginkan AS kembali pada nota kesepahaman yang dicapai pada Juni. Kerangka itu mencakup pembukaan Selat Hormuz dan rencana memulai perundingan nuklir, dengan imbalan sejumlah langkah seperti keringanan sanksi, pencairan miliaran dolar dana Iran yang dibekukan di luar negeri, serta penghentian blokade AS.
Namun, pejabat AS mengatakan Trump tidak lagi berminat kembali ke kesepahaman tersebut. Washington juga terus memperketat sanksi dan mempertahankan blokade terhadap Iran. Seorang pejabat senior Timur Tengah yang terlibat dalam perundingan menyebut Iran mungkin saja memberi kompromi di bidang nuklir, tetapi membutuhkan jaminan kuat bahwa Israel tidak akan kembali menyerang setelah kesepakatan AS-Iran tercapai.
Tag: Iran, Amerika Serikat, gencatan senjata, program nuklir, Selat Hormuz