Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Pendidikan

Kapolri Minta Mahasiswa Baru UMSU Kuatkan Literasi Digital

2026-09-28 17:14 WIB · aindari · 👁 580 dibaca

Listyo Sigit Prabowo menekankan pentingnya kecakapan teknologi, karakter, dan sikap kritis bagi mahasiswa baru UMSU di tengah meningkatnya risiko kejahatan siber.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meminta mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) tidak hanya akrab dengan teknologi, tetapi juga mampu menggunakannya secara bertanggung jawab. Pesan itu disampaikan dalam kuliah umum pada kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UMSU Tahun 2026 di Kampus Utama UMSU, Medan, Sumatera Utara, Senin.

Dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kapolri menilai perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan memberi ruang besar bagi generasi muda untuk belajar, menciptakan inovasi, dan menghasilkan karya. Namun, kemajuan itu juga membawa risiko yang perlu dikenali sejak dini oleh mahasiswa, terutama karena aktivitas pendidikan, komunikasi, dan pencarian informasi kini banyak berlangsung di ruang digital.

Listyo mengingatkan bahwa ancaman di internet semakin beragam. Ia menyebut penipuan daring, pencurian data, phishing, judi online, hoaks, disinformasi, deepfake, serta tindak kejahatan yang memanfaatkan AI sebagai tantangan yang harus dihadapi dengan literasi digital. Karena itu, mahasiswa diminta membangun integritas, menguasai teknologi secara produktif, berani berkarya, dan mengambil peran dalam kehidupan masyarakat.

Kapolri juga menyoroti besarnya ketergantungan masyarakat Indonesia terhadap internet dan media sosial sebagai sumber informasi. Berdasarkan Digital News Report 2026, sebanyak 64 persen responden di Indonesia mendapatkan berita melalui media sosial. Laporan yang sama mencatat 48 persen responden menjadikan media sosial dan jaringan video sebagai rujukan utama informasi. Kondisi ini membuat kemampuan memilah informasi menjadi semakin penting, terutama bagi generasi muda.

Menurut Kapolri, mahasiswa perlu berhati-hati sebelum mempercayai, meneruskan, atau mengikuti narasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Ia turut menyinggung bandwagon effect, yaitu kecenderungan seseorang mengikuti pendapat atau tindakan yang sudah dilakukan banyak orang. Dalam konteks ruang digital, pola seperti ini dapat membuat hoaks menyebar lebih cepat, membentuk sentimen publik, hingga memicu ajakan bersama yang berisiko mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Selain penyebaran informasi palsu, Kapolri menyampaikan bahwa ruang digital juga dimanfaatkan dalam berbagai bentuk kejahatan lain. Ia menyebut peredaran narkoba, penipuan berkedok kesempatan kerja di luar negeri, perdagangan orang, serta penyebaran paham ekstrem sebagai contoh persoalan yang ikut menggunakan teknologi sebagai sarana. Karena itu, mahasiswa UMSU didorong menjadi pengguna teknologi yang cermat, aman, dan tidak mudah dimanfaatkan oleh pihak yang merugikan.

Kapolri berharap mahasiswa baru UMSU mampu memakai perkembangan digital untuk meningkatkan kemampuan, memperluas wawasan, mengasah kreativitas, dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar. Ia juga menekankan pentingnya karakter yang kuat, kecakapan teknologi, serta kemampuan menjaga persatuan dan keamanan, baik di kampus maupun di tengah masyarakat.

Tag: Pendidikan, UMSU, literasi digital, Kapolri, kejahatan siber