Aleksandar Vucic Serahkan Pengunduran Diri sebagai Presiden Serbia
2026-09-28 19:01 WIB · aindari · 👁 388 dibaca

Aleksandar Vucic mengakhiri masa jabatannya sebagai Presiden Serbia setelah menyerahkan surat pengunduran diri kepada Majelis Nasional.
Presiden Serbia Aleksandar Vucic menyatakan mundur dari jabatannya setelah menandatangani dan menyerahkan surat pengunduran diri pada Minggu (27/9). Keputusan itu mengakhiri posisinya sebagai kepala negara Serbia dan membuka tahapan konstitusional untuk pengisian sementara jabatan presiden.
Dalam penyampaiannya, Vucic merujuk pada dasar hukum dalam Konstitusi Republik Serbia mengenai pengunduran diri presiden. Ia menyebut surat tersebut diserahkan kepada parlemen dan meminta Ketua Majelis Nasional Ana Brnabic menghadiri proses serah terima pada hari berikutnya.
Menurut ketentuan Konstitusi dan undang-undang Serbia tentang presiden, jabatan presiden berakhir setelah surat pengunduran diri diterima secara resmi oleh Majelis Nasional. Proses itu tidak membutuhkan persetujuan tambahan dari parlemen. Setelah itu, Ketua Majelis Nasional menjalankan fungsi kepresidenan untuk sementara.
Ana Brnabic, sebagai ketua parlemen, akan memegang tugas presiden sementara paling lama tiga bulan. Dalam rentang waktu tersebut, ia wajib menyelenggarakan pemilihan presiden. Mekanisme ini menjadi bagian dari pengaturan transisi kekuasaan ketika jabatan presiden berakhir sebelum masa tugas normalnya selesai.
Vucic juga menyatakan akan ikut dalam pemilihan parlemen awal yang dijadwalkan berlangsung pada 25 Oktober sebagai warga negara biasa. Parlemen Serbia sebelumnya dibubarkan pada 9 September. Dalam kondisi parlemen telah dibubarkan, kewenangannya menjadi terbatas, sementara pemerintah tetap bekerja sampai pemerintahan baru terbentuk.
Partai Progresif Serbia atau SNS pada 5 September telah mencalonkan Vucic sebagai ketua daftar elektoral sekaligus kandidat perdana menteri untuk pemilihan parlemen awal tersebut. Setelah pemungutan suara 25 Oktober, proses pembentukan pemerintahan baru akan dimulai. Pelaksana tugas presiden akan berkonsultasi dengan perwakilan daftar elektoral yang terpilih, lalu mengusulkan kandidat perdana menteri kepada Majelis Nasional. Kandidat itu kemudian menyampaikan program pemerintahan dan susunan kabinet, yang memerlukan dukungan mayoritas seluruh anggota parlemen.
Vucic lahir di Beograd pada 1970 dan pernah memegang sejumlah jabatan penting, termasuk menteri pertahanan, wakil perdana menteri pertama, dan perdana menteri. Ia pertama kali terpilih sebagai presiden pada 2017 dan kembali memenangi pemilihan pada 2022. Konstitusi Serbia menetapkan masa jabatan presiden selama lima tahun dan membatasi setiap orang untuk menjabat maksimal dua periode.
Tag: Serbia, Aleksandar Vucic, Ana Brnabic, pemilu Serbia, Internasional