Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Olahraga

Sepak Takraw, Olahraga Net Khas Asia Tenggara yang Mengandalkan Kaki

2026-07-18 06:13 WIB · aindari

Sepak takraw memadukan permainan beregu di atas net dengan teknik menendang bola tanpa penggunaan tangan.

Sepak takraw menjadi salah satu cabang olahraga khas Asia Tenggara yang tetap dikenal luas di Indonesia dan sejumlah negara kawasan, seperti Thailand, Malaysia, serta Filipina. Permainan ini sepintas menyerupai voli karena bola harus dikirim melewati net, tetapi seluruh aksi dilakukan tanpa sentuhan tangan. Pemain mengandalkan kaki, lutut, bahu, dada, dan kepala untuk mengontrol bola.

Nama sepak takraw terbentuk dari dua istilah. Kata “sepak” berasal dari bahasa Melayu yang berarti menendang, sedangkan “takraw” dalam bahasa Thailand merujuk pada bola rotan anyaman. Istilah itu mulai disahkan setelah laga antara Malaysia dan Thailand di Kuala Lumpur pada 1960. Sebelum nama tersebut digunakan, permainan ini di Malaysia dikenal sebagai Sepak Raga Jaring. Tambahan kata “jaring” diperkenalkan Hamid Mydin di Penang pada 1945 untuk membedakannya dari sepak raga tradisional yang dimainkan tanpa net.

Dari sisi sejarah, sepak takraw disebut berakar di Malaysia sekitar 500 tahun lalu dan telah dimainkan di lingkungan kerajaan pada abad ke-15. Permainan itu kemudian dikenal di Indonesia dengan nama Sepak Raga sekitar abad ke-16. Perkembangannya makin luas di Asia Tenggara pada 1940-an ketika aturan permainan mulai dirumuskan. Kompetisi resmi pertama digelar di Penang pada 1945 dengan nama Sepak Raga Jaring, lalu Federasi Sepak Raga Malaysia berdiri pada 1960. Pada 1965, cabang ini masuk Pesta Olahraga Semenanjung Asia Tenggara dan menggunakan nama Sepak Takraw.

Ada pula pandangan lain yang mengaitkan permainan ini dengan pengaruh Tiongkok kuno. Sepak takraw disebut memiliki kemiripan akar dengan Cuju, permainan tradisional yang oleh FIFA diidentifikasi sebagai bentuk awal sepak bola modern. Cuju merupakan latihan militer yang menggunakan bola kulit dan dimainkan dengan cara menjaga bola tetap berada di udara selama mungkin.

Dalam format umum, sepak takraw mempertemukan dua regu berisi tiga pemain. Masing-masing memiliki peran, yakni tekong sebagai pelaku servis, killer sebagai penyerang, dan feeder sebagai pengumpan. Lapangannya berukuran 13,4 x 6,1 meter, dipisahkan net setinggi sekitar 1,52 meter untuk putra dan sedikit lebih rendah untuk putri. Bola yang digunakan dibuat dari rotan atau bahan sintetis, dengan ukuran lebih kecil dan bobot lebih ringan dibanding bola sepak biasa.

Permainan dimulai melalui servis tekong setelah penentuan awal dilakukan lewat lemparan koin. Saat servis, tekong harus menempatkan satu kaki di area lingkaran servis, sementara kaki penendang berada di luar lingkaran. Dua rekan setimnya berada di area seperempat lingkaran, sedangkan tim penerima bebas mengatur posisi di wilayahnya. Setelah bola melewati net, kedua tim berupaya menyusun serangan agar bola jatuh di area lawan.

Satu set dimenangi tim yang lebih dahulu mencapai 21 poin. Jika kedudukan 20-20, permainan berlanjut sampai ada selisih dua angka. Pertandingan ditentukan lewat kemenangan dua set. Pelanggaran dapat terjadi jika seorang pemain menyentuh bola dua kali berturut-turut, bola keluar lapangan, pemain menyentuh net, atau bola dipukul dengan tangan maupun bagian tubuh yang tidak diperbolehkan. Secara internasional, olahraga ini berada di bawah International Sepaktakraw Federation atau ISTAF yang dibentuk pada 1988.

Tag: sepak takraw, olahraga, Asia Tenggara, aturan permainan, ISTAF