Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Sains

Soai dan Kagan Menangi Nobel Kimia 2026 atas Terobosan Homokiralitas

2026-10-08 15:31 WIB · aindari · 👁 851 dibaca

Dua kimiawan dari Jepang dan Prancis mendapat penghargaan Nobel karena menjelaskan bagaimana satu bentuk molekul bercitra cermin dapat muncul secara dominan dalam organisme.

Kenso Soai dari Jepang dan Henri Kagan dari Prancis menerima Nobel Kimia 2026. Komite Nobel mengumumkan penghargaan itu pada Rabu untuk penelitian keduanya mengenai homokiralitas, yakni keadaan ketika organisme alami lebih banyak menggunakan salah satu dari dua bentuk molekul yang saling menjadi bayangan cermin.

Soai berusia 76 tahun dan berstatus profesor emeritus di Tokyo University of Science. Kagan, 95 tahun, merupakan profesor emeritus di Universite Paris-Sud. Menurut Komite Nobel, karya mereka memecahkan pertanyaan kimia yang telah berlangsung lebih dari 100 tahun: bagaimana homokiralitas bisa terbentuk tanpa diarahkan sejak awal.

Sejumlah molekul memiliki dua susunan yang tampak seperti pasangan cermin. Walau demikian, kehidupan alami biasanya memilih hanya satu susunan. Soai dan Kagan mengembangkan metode yang memungkinkan kecenderungan tersebut ditimbulkan melalui reaksi kimia buatan. Penelitian mereka berfokus pada pengaruh non-linear serta autokatalisis dalam sintesis organik asimetris.

Temuan itu dinilai penting bagi ahli kimia karena menyediakan cara untuk mengarahkan reaksi dalam pembuatan obat-obatan. Kagan lebih dahulu memperkenalkan pendekatan baru untuk memanipulasi reaksi kimia melalui risetnya pada 1986. Soai kemudian menerbitkan penemuan mengenai reaksi yang untuk pertama kalinya menunjukkan kemungkinan terbentuknya homokiralitas pada 1995.

Soai mengetahui kabar penghargaan tersebut ketika sedang berbelanja dan menerima telepon dari Komite Nobel. Dalam konferensi pers melalui sambungan telepon, ia menyatakan kegembiraannya dapat berbagi penghargaan dengan Kagan. Ia juga mengatakan pengakuan itu membahagiakan karena diberikan kepada bidang ilmu yang selama ini ditekuninya. Soai berharap penghargaan tersebut memperluas ketertarikan publik terhadap bidang itu, termasuk di kalangan yang belum mengenalnya.

Kabar kemenangan tersebut mendapat sambutan di Hiroshima, wilayah Jepang barat, serta kampus Soai di Tokyo. Sejumlah mahasiswa menyebut hasil itu tidak terduga. Perdana Menteri Sanae Takaichi turut menyampaikan ucapan selamat melalui telepon dan mengungkapkan kebanggaannya kepada Soai sebagai sesama warga Jepang. Dalam acara di Tokyo University of Science, Soai juga berterima kasih kepada komunitas kimia Jepang yang menurutnya telah menyediakan dasar kuat bagi penelitiannya. Penghargaan ini menjadi Nobel Kimia kedua berturut-turut bagi warga Jepang setelah Susumu Kitagawa dari Kyoto University memenanginya bersama dua ilmuwan lain pada 2025 atas pengembangan material berpori untuk menyimpan dan melepaskan gas.

Tag: Nobel Kimia, homokiralitas, Kenso Soai, Henri Kagan, sintesis organik