Kontes Drama Mikro ASEAN-China 2026 Dipromosikan di Beijing
2026-07-18 17:11 WIB · aindari · 👁 881 dibaca

Ajang drama mikro-pendek ASEAN-China 2026 diarahkan menjadi ruang kolaborasi kreatif, pertukaran budaya, dan pengembangan konten lintas negara.
Beijing menjadi lokasi promosi Kontes Drama Mikro-Pendek ASEAN-China 2026 pada Jumat (17/7). Ajang ini masuk dalam rangkaian Pekan Media ASEAN-China kedelapan dan disiapkan sebagai wadah kerja sama antara China dan negara-negara ASEAN di bidang produksi drama berdurasi singkat.
Program tersebut digelar dengan dukungan Administrasi Radio dan Televisi Nasional China, pemerintah Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, serta otoritas Brunei. Fokusnya bukan hanya kompetisi karya, melainkan juga pembentukan ekosistem kolaborasi yang dapat mendorong inovasi budaya lintas batas dan memberi manfaat bagi para pihak yang terlibat.
Dalam kegiatan itu, Wakil Ketua Asosiasi Layanan Penyiaran Internet China Wei Dangjun menyampaikan bahwa drama mikro-pendek kini menjadi salah satu bentuk baru dari perkembangan penyiaran digital. Ia menilai format ini juga dapat berfungsi sebagai sarana pertukaran budaya antarnegara. Peserta diharapkan mengirimkan karya terbaik agar format drama singkat tersebut dapat memperkuat hubungan kreatif China dan ASEAN.
Kontes tahun 2026 mengangkat tema "Pemberdayaan AI, Penciptaan dan Masa Depan Bersama". Karya yang diterima mencakup drama mikro-pendek dan naskah orisinal dengan topik kerja sama China-ASEAN, pariwisata, hubungan antarmasyarakat dan anak muda, serta inovasi kecerdasan buatan. Sejumlah karya dan naskah telah masuk ke panitia, sementara hasil penilaian dijadwalkan diumumkan pada Oktober, disusul kegiatan peluncuran dan promosi hasil kompetisi.
Guangxi dalam beberapa tahun terakhir mengambil peran lebih besar dalam perluasan drama mikro-pendek China ke kawasan ASEAN. Wilayah ini memanfaatkan kedekatan geografis dan relasinya dengan Asia Tenggara, termasuk melalui platform distribusi internasional sendiri serta layanan streaming utama di luar China. Guangxi juga mengembangkan pola produksi bersama: pengembangan dilakukan di Guangxi, pengambilan gambar berlangsung di negara ASEAN, lalu distribusi dilakukan bersama.
Model tersebut telah menghasilkan produksi lintas batas antara China dan Thailand serta China dan Vietnam. Associate researcher Pusat Penelitian Administrasi Radio dan Televisi Nasional China Zhou Shuya menyebut ASEAN menjadi kawasan dengan unduhan drama mikro-pendek China terbesar di luar China pada 2025, dengan jumlah lebih dari 400 juta unduhan atau sekitar 27 persen dari total unduhan luar negeri. Pada paruh pertama 2026, Thailand, Indonesia, dan sejumlah negara Asia Tenggara lain tetap menjadi pasar penting. Genre kisah cinta perkotaan dan perjuangan masyarakat akar rumput disebut banyak diminati penonton ASEAN, sehingga memperkuat peluang ekspor drama China ke kawasan tersebut.
Tag: drama mikro, ASEAN-China, hiburan, Guangxi, streaming