YouTube Music Hadirkan Penanda Keterlibatan AI dalam Produksi Lagu
2026-10-15 17:06 WIB · aindari · 👁 710 dibaca
Fitur baru YouTube Music dan YouTube memberi pendengar informasi tentang penggunaan AI dalam komposisi maupun vokal tanpa otomatis menghalangi monetisasi.
YouTube Music mulai menerapkan sistem penanda untuk lagu yang dibuat dengan bantuan kecerdasan artifisial (AI). Informasi itu ditempatkan pada halaman pemutar lagu sehingga pendengar dapat mengetahui apakah teknologi tersebut digunakan dalam penyusunan musik, pembuatan vokal, atau bagian lain dari proses produksi.
Ketika penanda dibuka, pengguna akan memperoleh keterangan yang lebih rinci mengenai kontribusi AI terhadap sebuah karya. Sistem ini tidak hanya disiapkan untuk YouTube Music, tetapi juga akan diterapkan pada aplikasi utama YouTube. Langkah tersebut menunjukkan upaya platform meningkatkan keterbukaan mengenai asal-usul konten musik yang beredar di layanannya.
YouTube mengembangkan sistem itu melalui kerja sama dengan sejumlah mitra industri musik. Perusahaan juga memakai perangkat pemindaian internal untuk membantu mengenali rekaman yang dibuat menggunakan AI. Namun, informasi tentang kategori penggunaan AI tetap dapat diberikan oleh mitra melalui halaman bantuan resmi YouTube.
Terdapat tiga klasifikasi yang tersedia. Fully Gen AI digunakan untuk lagu yang seluruh proses pembuatannya dihasilkan oleh AI. Partly Gen AI merujuk pada karya yang menggabungkan materi buatan AI dengan kontribusi langsung dari pencipta. Sementara itu, No Gen AI berlaku bagi lagu tanpa campur tangan AI. Penggunaan penyuntingan koreksi nada seperti auto-tune tetap masuk kategori terakhir tersebut.
Kebijakan YouTube hadir ketika musik berbasis AI berkembang di berbagai layanan streaming. Apple Music berencana menghadirkan penanda Made With AI melalui program AI Transparency Tags pada akhir tahun ini. Spotify telah memakai sistem penanda serupa dan menambahkan penyaring untuk menangani spam musik.
Deezer mengambil pendekatan yang lebih ketat. Pada Juli, platform itu menyebut menerima hampir 90.000 trek buatan AI setiap hari. Musik yang terdeteksi tidak hanya diberi label, tetapi juga dikeluarkan dari rekomendasi algoritma dan daftar putar editorial. Deezer turut menahan pembayaran royalti serta menguji fitur untuk menyembunyikan musik AI.
TIDAL juga menandai rekaman yang sepenuhnya dibuat AI, menyediakan pilihan bagi pengguna untuk menonaktifkannya, dan mengecualikannya dari pembagian royalti. Berbeda dari layanan tersebut, YouTube menekankan transparansi tanpa menjadikan penggunaan AI sebagai penghalang monetisasi. Perusahaan juga menguji teknologi musik AI melalui Dream Track, fitur bagi kreator terpilih untuk membuat musik latar dengan vokal versi AI dari artis tertentu.
Tag: YouTube Music, kecerdasan artifisial, musik AI, label konten, streaming musik