FMTI 2026 Hadirkan Gamelan dan Musik Tradisi di Wonosobo
2026-10-19 17:04 WIB · aindari · 👁 629 dibaca
Festival Musik Tradisi Indonesia 2026 menjadi bagian dari upaya menjaga warisan budaya sekaligus membuka ruang bagi seniman lokal.
Festival Musik Tradisi Indonesia (FMTI) 2026 digelar di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, pada 17–18 Oktober. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah pemerintah untuk mempertahankan sekaligus mengembangkan kebudayaan, khususnya musik tradisi, agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai musik tradisi tidak berhenti pada statusnya sebagai peninggalan sejarah. Menurut dia, musik tradisi merupakan kekuatan dan modal budaya yang perlu dirawat, dikembangkan, serta diteruskan kepada generasi penerus. Pesan tersebut disampaikan dalam konteks penyelenggaraan festival yang mengangkat tema gong dan resonansi gamelan.
Direktur Film, Musik, dan Media pada Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan, Irini Dewi Wanti, menjelaskan bahwa nilai musik tradisi melampaui aspek bunyi atau musikalitas. Di dalamnya terdapat pengetahuan, nilai kehidupan, identitas, serta ingatan kolektif yang berpindah dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Gong dan gamelan juga memiliki keterkaitan dengan berbagai sisi kehidupan masyarakat. Alat musik tersebut digunakan dalam ritus, kegiatan bersama, dan interaksi sosial. Karena itu, pelestarian musik tradisi tidak hanya berkaitan dengan menjaga alat atau pertunjukan, tetapi juga mempertahankan pengetahuan dan hubungan sosial yang menyertainya.
Rangkaian FMTI 2026 meliputi seminar tentang masa depan gamelan, pertunjukan musik tradisi, serta pertukaran pengetahuan dan pengalaman di antara para pelaku budaya. Festival ini juga memperkenalkan beragam ekspresi musik tradisi kepada masyarakat. Penyelenggaraannya dilakukan bersama komunitas Setyo Langan Budoyo, dengan dukungan Program Pemanfaatan Hasil Kelola Dana Abadi Kebudayaan atau Dana IndonesiaRaya Tahun 2026 serta Pemerintah Kabupaten Wonosobo.
Sejumlah kelompok dan pelaku seni yang berpartisipasi berasal dari beberapa daerah. Mereka antara lain Sanggar Seni Mukti Laras dari Pemalang, Sarasvati Art dari Temanggung, Refamiredo dari D.I. Yogyakarta, Padepokan Kandhang Seni dari Purbalingga, Sanggar Setyo Langen Budoyo dan Saras Swara Indonesia dari Wonosobo, Asep Badruns, serta Saleho Karya Budaya dari Boyolali.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo Fahmi Hidayat menyebut festival tersebut sebagai ruang bagi seniman lokal untuk berekspresi dan memperoleh penghargaan. Kolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan juga diharapkan dapat membawa karya para seniman daerah tampil di hadapan khalayak yang lebih luas.
Tag: musik tradisi, FMTI 2026, gamelan, Wonosobo, kebudayaan