Martha Tilaar, Perintis Kosmetik Berbasis Tradisi Nusantara, Tutup Usia 89 Tahun
2026-10-15 17:02 WIB · aindari · 👁 494 dibaca
Pendiri Martha Tilaar Group itu meninggalkan warisan berupa bisnis kecantikan, pelestarian jamu, serta program pemberdayaan perempuan.
Martha Tilaar, tokoh penting dalam perkembangan industri kecantikan Indonesia, meninggal dunia pada Rabu, 14 Oktober 2026, dalam usia 89 tahun. Kabar tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi Sariayu. Ia dikenal sebagai pendiri Martha Tilaar Group dan sosok yang memperkenalkan kosmetik lokal berbahan alami dengan mengangkat tradisi perawatan serta kekayaan budaya Nusantara.
Lahir di Kebumen, Jawa Tengah, pada 4 September 1937, Martha menekuni bidang kecantikan sejak usia muda. Ia memperdalam pengetahuan tersebut melalui pendidikan, termasuk di Academy of Beauty Culture di Bloomington, Indiana, Amerika Serikat. Setelah kembali ke Indonesia, bekal itu menjadi dasar bagi langkahnya membangun usaha kecantikan dengan memadukan teknik modern dan pengetahuan tradisional.
Pada 1970, Martha mendirikan Martha Salon di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Salon itu bermula dari tempat sederhana di garasi rumah orang tuanya. Dari usaha tersebut, ia mengembangkan layanan kecantikan yang menggunakan inspirasi bahan alami dan praktik perawatan tradisional. Baginya, kecantikan tidak hanya berkaitan dengan perawatan diri, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan kekayaan alam dan pengetahuan Indonesia kepada masyarakat.
Tahap penting dalam perjalanan bisnisnya terjadi pada 1977 ketika Martha bersama mitra mendirikan PT Martina Berto dan meluncurkan Sariayu sebagai merek produk kecantikan sekaligus jamu modern. Dalam pengembangan produknya, ia meneliti manuskrip kuno Keraton Yogyakarta dan bekerja bersama ahli antropologi untuk memahami sejarah serta nilai budaya dalam tradisi kecantikan perempuan Jawa. Pada 1987, Sariayu memperkenalkan koleksi tren warna yang mengambil inspirasi dari keberagaman budaya Nusantara. Bisnisnya kemudian berkembang melalui merek Biokos, Caring Colours, Belia, dan PAC, serta lini perawatan tubuh, salon, spa, dan pendidikan kecantikan.
Martha juga mengarahkan bisnisnya pada peningkatan kesempatan ekonomi perempuan. Martha Tilaar Training Center memberikan pelatihan bagi perempuan untuk bekerja sebagai terapis spa profesional. United Nations Global Compact mencatat sekitar 5.600 perempuan telah mengikuti pelatihan tersebut dan bekerja di Indonesia maupun luar negeri. Pada 2018, lembaga itu mengakui kiprahnya sebagai SDG Pioneers dalam kategori Advancing Sustainability through Community Engagement, termasuk karena dukungannya terhadap petani pemasok bahan baku, pelibatan masyarakat, dan pembukaan lapangan kerja.
Atas kontribusinya, Martha menerima sejumlah penghargaan. Presiden Joko Widodo menganugerahinya Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma pada 2016 atas jasanya dalam bidang kebudayaan, termasuk pelestarian jamu dan herbal Indonesia. Ia juga memperoleh Women Leading the Way Award dari Indiana University Women’s Philanthropy Council pada 2013 serta penghargaan dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi pada 2012. Lebih dari lima dekade setelah memulai usaha dari salon kecil, Martha meninggalkan jejak melalui penguatan merek lokal dan pengembangan produk modern yang tetap membawa identitas tradisi Indonesia.
Tag: Martha Tilaar, Sariayu, kosmetik lokal, budaya Nusantara, pemberdayaan perempuan