Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Ekonomi

Keterbatasan Dana Danantara di Pasar Saham: Hanya Mampu Bertahan Kurang dari Dua Hari

2026-10-20 06:01 WIB · aindari · 👁 619 dibaca

Kemampuan finansial Danantara untuk menopang pasar saham dinilai terbatas, sementara sejumlah pihak termasuk konsorsium pengusaha bergerak menyiapkan dana miliaran rupiah untuk membeli saham.

Badan Pengelola Investasi Danantara menghadapi sorotan terkait kapasitas dananya di pasar saham. Berdasarkan laporan Bloomberg Technoz, dana yang disiapkan Danantara untuk masuk ke pasar saham hanya cukup bertahan kurang dari dua hari perdagangan. Keterbatasan ini menimbulkan pertanyaan soal efektivitas langkah tersebut dalam menstabilkan pasar di tengah tekanan yang tengah melanda Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Di saat yang bersamaan, IHSG mengalami penurunan tajam yang memicu respons dari berbagai pihak. Dony Oskaria, salah satu pejabat terkait Danantara, dipanggil ke Istana Kepresidenan. Setelah pertemuan tersebut, Danantara menyatakan kesiapannya untuk melakukan pembelian besar-besaran terhadap saham-saham BUMN yang tertekan. Langkah ini diharapkan dapat memberikan sinyal positif kepada pelaku pasar.

Danantara juga menegaskan dukungannya terhadap upaya reformasi pasar modal Indonesia. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa lembaga tersebut tidak hanya ingin melakukan intervensi jangka pendek, tetapi juga turut mendorong perbaikan struktural di pasar keuangan domestik. Meski demikian, dengan keterbatasan daya tahan dana yang diungkap sebelumnya, efektivitas peran Danantara sebagai penyangga pasar masih menjadi catatan penting.

Di luar lingkaran pemerintah, pengusaha Jusuf Hamka mengambil inisiatif dengan membentuk konsorsium bisnis. Konsorsium ini menyiapkan dana senilai Rp5 triliun untuk membeli saham-saham di bursa. Jusuf Hamka secara terbuka mengajak para pengusaha nasional untuk bersatu dan melawan tekanan yang datang dari keputusan MSCI, lembaga penyedia indeks global yang kebijakannya berpotensi memengaruhi arus modal asing di pasar Indonesia.

Seruan Jusuf Hamka mencerminkan sentimen di kalangan pelaku usaha domestik yang ingin menunjukkan kepercayaan terhadap fundamental ekonomi Indonesia. Dengan mengerahkan dana dalam jumlah besar secara kolektif, konsorsium ini berharap dapat meredam tekanan jual dan memulihkan kepercayaan investor terhadap pasar saham dalam negeri.

Kombinasi langkah Danantara dan konsorsium swasta menunjukkan adanya upaya berlapis untuk menahan pelemahan IHSG. Namun, pertanyaan mendasar tetap mengemuka: apakah suntikan dana yang bersifat temporer mampu mengatasi tekanan struktural yang lebih dalam di pasar modal. Keterbatasan daya tahan dana Danantara yang hanya cukup untuk kurang dari dua hari perdagangan menjadi pengingat bahwa stabilisasi pasar membutuhkan lebih dari sekadar intervensi pembelian saham jangka pendek.

Tag: Danantara, IHSG, Jusuf Hamka, pasar modal, saham BUMN