Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Ekonomi

WITF 2026 Perluas Akses Pasar bagi Produk Pariwisata Indonesia

2026-10-18 17:03 WIB · aindari · 👁 837 dibaca

Pameran pariwisata di Jakarta akan mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan ratusan calon pembeli dari puluhan negara.

Wonderful Indonesia Tourism Fair (WITF) 2026 akan menjadi ajang promosi sekaligus pertemuan bisnis bagi industri pariwisata Indonesia. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 15 hingga 17 Oktober 2026, dengan sasaran memperluas pemasaran layanan wisata dan membuka peluang kemitraan usaha.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan bahwa acara tersebut akan mempertemukan pelaku usaha pariwisata nasional dengan sekitar 250 hingga 300 pembeli potensial dari 45 negara. Pertemuan itu diharapkan membantu penyedia layanan Indonesia menjangkau mitra baru dan memperluas akses ke pasar internasional maupun domestik.

Selain transaksi bisnis, WITF 2026 memuat diskusi industri, pengenalan destinasi, serta promosi produk wisata secara langsung kepada konsumen. Skema business matching memberi kesempatan kepada pelaku usaha untuk berinteraksi dengan pembeli, membaca minat pasar, mengetahui jenis produk yang sedang dicari, dan membahas bentuk kerja sama yang lebih konkret.

Kementerian Pariwisata juga mendukung sejumlah pelaku industri untuk menampilkan paket dan layanan unggulan di stan Wonderful Indonesia pada area business-to-consumer. Peserta yang disebut antara lain Wisata Sekolah, Taman Wisata Lebah Madu Pramuka, Desa Wisata Les dari Bali, Desa Wisata Ketapanrame dari Jawa Timur, Gemilang Wisata Persada, serta Arum Sari Langit yang menyediakan layanan wisata kebugaran.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini menilai keberagaman peserta mencerminkan semakin luasnya pilihan wisata di Indonesia. Produk yang ditawarkan tidak hanya berupa destinasi, tetapi juga kegiatan dan pengalaman yang dapat disesuaikan dengan minat wisatawan, dengan perhatian pada aspek keamanan dan kenyamanan. Pertemuan usaha yang terarah diharapkan membantu perusahaan memperluas jaringan distribusi dan menyesuaikan penawaran dengan kebutuhan pasar.

Kinerja pariwisata menjadi latar penting penyelenggaraan pameran tersebut. Pemerintah mencatat kunjungan wisatawan mancanegara pada Januari hingga Agustus 2026 mencapai 10,58 juta orang, meningkat 5,38 persen secara tahunan. Pada semester pertama 2026, sektor ini menghasilkan devisa 8,43 miliar dolar AS atau sekitar Rp140,95 triliun. Sementara itu, perjalanan wisatawan Nusantara selama Januari sampai Agustus melampaui 840 juta perjalanan, naik lebih dari 4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Widiyanti menyebut capaian itu menunjukkan ketahanan sektor pariwisata, tetapi pertumbuhan kunjungan tetap perlu diiringi peningkatan mutu produk, pelayanan, dan pengalaman agar manfaat ekonomi, termasuk peluang kerja dan usaha di berbagai daerah, semakin besar.

Tag: WITF 2026, pariwisata, promosi wisata, business matching, ekonomi