Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Ekonomi

Program Pengawal Energi Awasi Distribusi BBM Bersubsidi di 3.679 SPBU

2026-10-25 17:03 WIB · aindari · 👁 784 dibaca

Pemerintah membuka rekrutmen talenta muda untuk memperkuat pengawasan penyaluran BBM bersubsidi dan BBM penugasan di seluruh Indonesia.

Pemerintah meluncurkan Pengawal Energi 2026 sebagai program pengawasan distribusi BBM bersubsidi dan BBM penugasan. Program ini menargetkan 3.679 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di berbagai wilayah Indonesia dengan melibatkan putra-putri daerah. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Yuliot meresmikannya dalam Malam Puncak Perayaan Hari Jadi ke-81 Pertambangan dan Energi di Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Petugas Pengawal Energi akan memantau penyaluran energi secara langsung, memperkuat ketersediaan data pengawasan, serta mengurangi risiko kebocoran dan penyalahgunaan BBM. Pemerintah menargetkan terbentuknya pengawas yang memiliki kompetensi, integritas, dan dedikasi, sehingga pasokan energi dapat diterima masyarakat secara merata dan sesuai sasaran.

Yuliot menyebut program tersebut sekaligus menjadi sarana pembinaan talenta muda melalui pengalaman kerja lapangan dan peningkatan kemampuan teknis di sektor energi. Pengalaman itu diharapkan mendukung pengelolaan subsidi yang transparan, akurat, dan berkelanjutan. Penempatan petugas akan mengutamakan calon dari daerah setempat atau wilayah provinsi terdekat. Pertimbangan itu mencakup pemahaman geografis, efisiensi logistik, penerimaan masyarakat, serta kesiapan petugas menghadapi kondisi lapangan.

Meski penempatan lokal menjadi prioritas, setiap petugas wajib menandatangani Pakta Integritas Komitmen Penempatan dan menyatakan kesanggupan bertugas di seluruh wilayah Indonesia. Program hasil kerja sama Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) dengan Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas itu terbuka bagi lulusan perguruan tinggi. Pendaftaran berlangsung pada 24 Oktober hingga 1 November 2026 melalui https://pengawalenergi.akamigas.ac.id/.

Dalam acara yang sama, Kementerian ESDM memberikan Penghargaan Energi Subroto 2026 kepada pelaku industri, pemerintah daerah, dan tokoh sektor energi serta pertambangan. Penghargaan tersebut mencakup lima kelompok. Pada bidang keunggulan operasional, penerima penghargaan ialah PT PLN Indonesia Power UBP Kamojang, Medco E&P Natuna Ltd, dan PT Borneo Indobara. Kategori keberlanjutan dan transisi energi diberikan kepada PT Pelita Agung Agrindustri, PT Pertamina EP Donggi Matindok Field, dan PT Comestoarra Bentarra Noesantarra.

Untuk inovasi dan nilai tambah, penghargaan diberikan kepada PT Donggi-Senoro LNG, PT PLN Nusantara Power, dan PT Eco Prima Energi. Kategori tata kelola dan kepatuhan mencatat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Pertamina Hulu Mahakam, serta PT Saptaindra Sejati. Sementara itu, penghargaan partisipasi publik diterima Neni Sintawardani sebagai Tokoh Penggerak Energi, Kuntoro Mangkusubroto sebagai Tokoh Energi Inspiratif yang telah wafat, dan Ghifari Jauhar Yajri sebagai Tokoh Muda Inspiratif. Yuliot berharap penghargaan ini mendorong praktik baik, inovasi, dan kolaborasi demi sektor energi yang andal, kompetitif, berkelanjutan, serta bermanfaat bagi masyarakat.

Tag: Pengawal Energi, BBM bersubsidi, SPBU, Kementerian ESDM, Penghargaan Energi Subroto