Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Ekonomi

Kapal Tunda Menjaga Jalur Minyak Menuju Kilang Balongan

2026-10-29 06:03 WIB · aindari · 👁 685 dibaca

Operasi di laut menjadi tahap penting sebelum minyak mentah dan bahan bakar diproses maupun disalurkan dari Kilang Balongan.

Rantai pasok energi tidak berhenti di area kilang. Sebelum minyak mentah diproses menjadi berbagai bahan bakar, komoditas tersebut melewati fasilitas terapung di tengah laut. Di kawasan inilah pekerja maritim memastikan kapal tanker dapat bergerak, bersandar, dan menjalankan proses pemuatan atau pembongkaran. Gangguan pada tahapan tersebut berpotensi menghambat kegiatan di sisi kilang karena kapal tidak dapat merapat dan muatan tidak bisa dipindahkan.

Salah satu pekerja yang menjalankan tugas itu ialah Maman Suherman. Pria berusia 57 tahun asal Kuningan, Jawa Barat, tersebut bertugas mengemudikan kapal tunda Transko Dara 3218. Pada Kamis siang, 22 Oktober, ia berangkat dari kawasan pelabuhan untuk memeriksa kondisi Single Point Mooring (SPM), fasilitas penting yang mendukung aliran energi menuju Kilang Balongan, Indramayu, Jawa Barat.

Perjalanan dimulai sekitar pukul 13.34 WIB. Maman menyampaikan kepada petugas pelabuhan melalui telepon kabel bahwa kapal bergerak menuju SPM yang melayani kapal berukuran 35.000 deadweight tonnage (DWT). Ia mengendalikan kapal dari kursi kemudi sambil memperhatikan arah pelayaran, tuas pengendali, dan panel navigasi. Terik matahari di pesisir tidak mengubah fokusnya ketika kapal perlahan meninggalkan jetty menuju perairan terbuka.

Transko Dara 3218 dioperasikan PT Pertamina Trans Kontinental. Kapal ini memiliki panjang 33,36 meter, lebar 11 meter, dan tonase kotor 465 GT. Sistem azimuth stern drive (ASD) pada kapal memungkinkan unit pendorong berputar hingga 360 derajat. Kemampuan tersebut membantu kapal bermanuver di perairan terbatas, termasuk ketika mendorong atau menarik kapal tanker saat merapat dan meninggalkan tambatan.

Selain mendukung pergerakan tanker, kapal tunda itu mengangkut personel menuju fasilitas lepas pantai, termasuk SPM. Sebelum mencapai fasilitas tersebut, kapal dapat menuju area labuh siaga yang berjarak sekitar 10 hingga 15 mil laut. Dari lokasi itu, arah dan waktu pergerakan ditentukan oleh kebutuhan operasi serta kondisi perairan.

Di kawasan pelabuhan, kapal tanker PIS Cinta terlihat bersandar di jetty. Kapal berkapasitas 2.000 metrik ton itu sedang memuat avtur untuk memenuhi kebutuhan penerbangan. Aktivitas tersebut berjalan bersamaan dengan pelayaran Maman menuju SPM, memperlihatkan peran armada pendukung dalam menjaga kesinambungan kegiatan energi dari laut hingga darat.

Tag: Ekonomi, Energi, Kilang Balongan, Maritim, Pertamina