FIFA Museum Bawa Jejak Sejarah Piala Dunia ke New York
2026-07-19 06:07 WIB · aindari · 👁 470 dibaca

Pameran “Legacies of Champions” di New York menampilkan memorabilia Piala Dunia dari edisi 1930 hingga 2022, termasuk benda terkait Pele, Zidane, Lionel Scaloni, dan trofi Jules Rimet.
FIFA Museum menggelar pameran “Legacies of Champions” di Gedung 50 Rockfeller Plaza, New York, Amerika Serikat, dengan menyorot perjalanan panjang Piala Dunia sejak 1930 sampai 2022. Ekshibisi ini berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 dan dibuka untuk pengunjung pukul 10.00-19.00 waktu setempat.
Kepala Komunikasi FIFA Museum Andreas Alf menjelaskan di lokasi pameran pada Jumat petang waktu setempat, 17 Juli, bahwa sejumlah benda penting dari sejarah turnamen dipamerkan. Di antara koleksi yang diperlihatkan terdapat jaket asli Pele dari Piala Dunia 1962 serta bola yang digunakan pada Piala Dunia 1986 di Meksiko.
Salah satu daya tarik utama pameran ini adalah trofi Jules Rimet, piala yang menjadi lambang juara dunia pada periode 1930-1970. Trofi yang tampil di ruang pamer merupakan replika karena versi aslinya hilang akibat pencurian. Namun, bagian alas berwarna biru yang menopangnya masih merupakan benda asli dan dapat dilihat langsung oleh pengunjung.
Pameran tersebut ditempatkan di lantai sembilan Gedung 50 Rockfeller Plaza. Formatnya berbeda dari pameran FIFA Museum di Miami bertajuk “Unidad-The World's Game”, yang memakai dua lantai. Untuk edisi New York, seluruh rangkaian “Legacies of Champions” disusun dalam satu lantai dengan empat bagian utama.
Bagian pertama bernama “FIFA World Cup” dan menjadi ruang pembuka untuk menelusuri sejarah turnamen. Koleksinya mencakup poster promosi Piala Dunia 1930, jaket latihan Pele pada edisi 1962, bola Piala Dunia 1970, kartu pengenal asli milik bintang Prancis Zinedine Zidane, hingga catatan taktik tendangan sudut pelatih Argentina Lionel Scaloni pada final Piala Dunia 2022.
Setelah melewati ruang sejarah itu, pengunjung diarahkan menuju area “The Final”. Bagian ini menampilkan layar besar yang memutar rangkaian cuplikan video final Piala Dunia selama delapan menit. Zona berikutnya, “Champions”, memuat nama para pemain yang pernah menjadi juara dunia. Dalam daftar tersebut, Pele ditampilkan sebagai satu-satunya pesepak bola yang berhasil memenangi tiga trofi Piala Dunia.
Ruang penutup menampilkan “The Symbol of Glory”, area yang memusatkan perhatian pada Jules Rimet sebagai trofi Piala Dunia 1930-1970, lengkap dengan alas biru original yang selamat dari pencurian. Tepat di depannya terdapat bagian “48 Teams, One Prize”, yang memperlihatkan jersei seluruh peserta Piala Dunia 2026.
Tag: FIFA Museum, Piala Dunia, Legacies of Champions, Jules Rimet, Pele