Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Kesehatan

Pertolongan Pertama Hipotermia untuk Pendaki di Medan Dingin

2026-11-06 17:12 WIB · aindari · 👁 1rb dibaca

Hipotermia dapat menyerang pendaki di wilayah tropis, sehingga gejala perlu dikenali dan tubuh harus segera dihangatkan dengan cara aman.

Hipotermia terjadi ketika tubuh kehilangan panas lebih cepat daripada kemampuannya menghasilkan panas, sehingga suhu tubuh turun di bawah batas normal. Kondisi ini bukan hanya ancaman di gunung bersalju. Pendaki di Indonesia juga dapat mengalaminya akibat udara dingin, hujan, angin kencang, pakaian basah, serta kelelahan. Jika terlambat ditangani, hipotermia dapat mengganggu fungsi organ dan mengancam nyawa.

Tanda awalnya meliputi tubuh menggigil, kelelahan, tangan sulit digerakkan, dan kulit yang terasa sangat dingin. Ketika kondisi memburuk, penderita dapat mengalami kebingungan, bicara tidak jelas, kehilangan koordinasi, mengantuk berlebihan, hingga penurunan kesadaran. Perjalanan harus segera dihentikan saat gejala muncul. Penderita perlu dipindahkan ke tenda atau tempat kering yang terlindung dari hujan dan angin.

Pakaian basah harus segera diganti dengan pakaian kering. Penggantian dilakukan di tempat terlindung agar panas tubuh tidak semakin hilang. Bila pakaian sulit dilepas tanpa banyak menggerakkan penderita, pakaian dapat digunting. Setelah itu, gunakan jaket, selimut, sleeping bag, atau perlengkapan lain untuk membungkus tubuh. Kepala dan leher perlu ikut dilindungi. Jika belum berada di dalam tenda, letakkan matras atau alas kering di bawah tubuh agar tidak bersentuhan langsung dengan tanah dingin.

Penghangatan dilakukan bertahap, terutama pada dada, leher, dan bagian tengah tubuh. Botol berisi air hangat yang dibungkus kain dapat digunakan sebagai sumber panas tambahan. Benda panas tidak boleh ditempelkan langsung ke kulit karena berisiko menyebabkan luka bakar. Api unggun, air panas, dan alat pemanas juga tidak boleh digunakan secara berlebihan. Penderita yang sadar penuh dan mampu menelan dapat diberi minuman hangat tanpa alkohol atau kafein, serta makanan tinggi karbohidrat. Jangan memberi makan atau minum kepada orang dengan kesadaran menurun karena dapat tersedak.

Penderita tidak boleh dipijat, digosok, atau digerakkan secara kasar. Tindakan tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan irama jantung, terutama pada hipotermia berat. Jangan memaksanya berjalan atau melakukan aktivitas fisik untuk menghasilkan panas. Biarkan ia beristirahat dalam posisi aman dan terlindung. Pada dugaan hipotermia sedang hingga berat, tubuh sebaiknya dipertahankan dalam posisi horizontal dan ditangani dengan hati-hati.

Hipotermia termasuk keadaan darurat medis. Hubungi pengelola jalur, tim penyelamat, atau layanan darurat jika tersedia, terutama ketika penderita bingung, sulit berbicara, kesadarannya menurun, atau tidak mampu bergerak normal. Sambil menunggu bantuan, terus lindungi tubuhnya dari dingin. Pencegahan perlu disiapkan sebelum pendakian dengan pakaian berlapis, jaket tahan angin dan air, kaus kaki yang menjaga kaki tetap kering, pakaian ganti, perlengkapan hujan, makanan berenergi, dan sleeping bag sesuai medan. Pendakian sebaiknya tidak dipaksakan saat cuaca memburuk atau kelelahan meningkat.

Tag: hipotermia, kesehatan pendaki, pertolongan pertama, keselamatan mendaki, pendakian gunung