WHO Nilai Enam Kebijakan Kesehatan dan Iklim Bisa Cegah 1,6 Juta Kematian per Tahun
2026-11-05 06:08 WIB · aindari · 👁 559 dibaca
WHO mendorong negara memperluas kebijakan kesehatan, layanan dasar, dan perlindungan lingkungan karena berpotensi menyelamatkan jiwa sekaligus memberi manfaat ekonomi besar.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut perluasan enam kebijakan di bidang kesehatan masyarakat, layanan esensial, dan perlindungan lingkungan berpotensi mencegah 1,6 juta kematian setiap tahun. Lembaga tersebut menyampaikan perkiraan ini melalui laporan yang terbit menjelang Konferensi Perubahan Iklim PBB atau COP31 di Antalya, Turkiye, yang dijadwalkan dimulai pekan depan.
Menurut perhitungan WHO, penerapan paket kebijakan itu secara global dapat menciptakan manfaat kesejahteraan ekonomi tahunan senilai 3,9 triliun dolar AS. Negara-negara juga berpotensi memperoleh tambahan manfaat fiskal sebesar 5,4 triliun dolar AS. Dampak tersebut membuat investasi kesehatan dan perlindungan lingkungan dinilai tidak hanya berkaitan dengan keselamatan publik, tetapi juga kondisi ekonomi negara.
Langkah yang disebut dalam laporan meliputi pembangunan sistem peringatan dini untuk menghadapi suhu panas ekstrem, perluasan akses terhadap air minum aman, serta penyediaan fasilitas sanitasi dan kebersihan. WHO juga memasukkan penggunaan energi rumah tangga yang lebih bersih dan perubahan sistem penetapan harga bahan bakar fosil, termasuk penghapusan subsidi yang tidak efisien. Keseluruhan kebijakan itu menjadi bagian dari enam langkah yang didorong WHO.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menilai krisis iklim merupakan persoalan kesehatan. Ia menyatakan banyak dampak buruk krisis tersebut masih dapat ditekan dengan perangkat yang sudah tersedia. WHO karena itu meminta pemerintah meningkatkan investasi pada berbagai intervensi tersebut, terutama karena negara berpendapatan rendah dan menengah diperkirakan dapat menerima manfaat paling besar.
Laporan itu memperkirakan setiap satu dolar yang ditanamkan pada lima dari enam langkah tersebut dapat menghasilkan manfaat sekitar 24 dolar. Sistem peringatan dini mengenai dampak panas terhadap kesehatan mencatat potensi imbal hasil paling tinggi, yakni sekitar 835 dolar untuk setiap satu dolar investasi. Angka ini menunjukkan nilai ekonomi besar dari tindakan pencegahan terhadap risiko suhu ekstrem.
Reformasi harga bahan bakar fosil, termasuk pencabutan subsidi yang dinilai tidak efisien, disebut memiliki dampak terbesar dalam paket tersebut. Kebijakan itu berpotensi mencegah 1,2 juta kematian per tahun serta menghasilkan manfaat ekonomi dan fiskal paling besar. Selain dampak terhadap kesehatan dan keuangan publik, seluruh langkah yang diusulkan WHO berpotensi mengurangi emisi karbon dioksida hingga 16,7 miliar ton.
Tag: WHO, kesehatan iklim, perubahan iklim, investasi kesehatan, emisi karbon