Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Teknologi

Kemkomdigi Dorong Startup Muda Bangun Teknologi yang Menjawab Masalah Nyata

2026-11-07 17:03 WIB · aindari · 👁 729 dibaca

Pemerintah menilai keunikan produk, manfaat jelas, dan pendampingan penting bagi startup muda di tengah persaingan industri teknologi yang semakin ketat.

Kementerian Komunikasi dan Digital mendorong pendiri startup dari kalangan anak muda menghasilkan produk yang memiliki keunikan sekaligus manfaat nyata bagi masyarakat. Dorongan ini disampaikan Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Digital Bidang Kepemudaan dan Startup Alfreno Kautsar Ramadhan dalam temu media di Jakarta, Sabtu. Menurut dia, semakin banyak anak muda masuk ke dunia startup sehingga gagasan dan produk teknologi perlu memiliki pembeda yang kuat.

Pertumbuhan industri startup membuat kompetisi antarpelaku semakin sengit. Persaingan tidak hanya terjadi dalam menarik pengguna atau membangun usaha, tetapi juga dalam menciptakan produk teknologi yang relevan. Alfreno menilai inovasi dengan ciri khas serta kegunaan yang mudah dipahami berpeluang menjadi karya yang lebih menjanjikan.

Ia menyebut proses mentoring sebagai salah satu kebutuhan penting untuk memperkuat kapasitas pendiri startup muda. Pendampingan dapat membantu pengembang menguji gagasan, memperluas wawasan, serta mengarahkan produk agar tidak berhenti pada unsur kebaruan. Tujuan akhirnya, teknologi yang dibuat mampu menjawab persoalan yang benar-benar dihadapi masyarakat.

Salah satu wadah yang dicontohkan ialah Garuda Spark Innovation Hub (GSIH), program yang digagas Kemkomdigi untuk mendukung pelaku startup. Hub tersebut mempertemukan gagasan para inovator dengan pengalaman praktisi industri. Pendampingan juga diberikan kepada pengembang produk teknologi agar mereka dapat menyusun solusi untuk beragam masalah secara lebih terarah.

Alfreno mengatakan perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat dan terus meluas. Kondisi itu membuka peluang bagi inovator untuk melihat lebih banyak sektor dalam mengembangkan produk. Karena itu, ukuran keberhasilan teknologi, menurut dia, tidak cukup hanya berdasarkan kebaruan, tetapi juga manfaat dan dampaknya bagi pengguna serta masyarakat.

Untuk mendukung ekosistem tersebut, pemerintah menyiapkan peta jalan kecerdasan buatan dan aturan mengenai etika AI. Peta jalan itu akan memberikan gambaran strategis tentang arah pengembangan AI di Indonesia, termasuk sektor industri yang berpotensi menjadi pengguna atau mitra pengembangan. Sementara itu, aturan etika AI ditujukan sebagai pedoman bagi pengembang perangkat lunak dalam menjaga keamanan produk. Pengaturan tersebut akan memuat klasifikasi risiko, dari tingkat yang dapat diterima hingga risiko tinggi yang berkaitan dengan data pribadi. Penggunaan berisiko rendah, seperti untuk pendidikan dan kegiatan sehari-hari, juga termasuk dalam cakupan pengaturan.

Tag: startup, inovasi teknologi, Kemkomdigi, kecerdasan buatan, Garuda Spark Innovation Hub