Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

Trump Teken Tarif 50 Persen untuk Produk Susu, Minuman, dan Kendaraan Kanada

2026-07-21 17:05 WIB · aindari · 👁 547 dibaca

Amerika Serikat memberlakukan tarif tambahan 50 persen atas sejumlah produk impor dari Kanada mulai 19 Agustus, sebagai respons atas kebijakan tarif Kanada yang dinilai mendiskriminasi perdagangan AS.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani kebijakan tarif tambahan sebesar 50 persen terhadap sejumlah kategori barang asal Kanada. Tarif bersifat ad valorem ini mencakup produk susu, minuman beralkohol, kendaraan bermotor, dan barang-barang terkait tertentu, dengan efektif berlaku mulai 19 Agustus pukul 00.01 waktu Eastern Time atau sekitar pukul 11.01 WIB. Kebijakan tersebut tertuang dalam dokumen resmi yang dipublikasikan di situs web Gedung Putih.

Tidak semua komoditas Kanada terdampak. Produk energi, potas, ikan, dan mineral penting secara eksplisit dikecualikan dari pengenaan tarif baru ini.

Dalam ketetapan khusus mengenai sektor otomotif, Trump menyebut Kanada sebagai pihak yang menerapkan tarif 25 persen atas kendaraan bermotor asal AS yang tidak memenuhi syarat perlakuan bebas bea di bawah Perjanjian AS-Meksiko-Kanada (USMCA) sejak April 2025. Kanada juga disebut memberlakukan kuota tarif terhadap kendaraan AS yang sebenarnya memenuhi syarat preferensial USMCA. Trump mengklaim kebijakan Kanada itu bersifat diskriminatif karena hanya menyasar produk otomotif Amerika, sehingga menempatkan perusahaan-perusahaan AS pada posisi yang lebih tidak menguntungkan dibandingkan pesaing dari negara lain.

Dampak kebijakan tarif Kanada terhadap ekspor otomotif AS sudah terlihat dalam data perdagangan. Impor kendaraan bermotor dari AS ke Kanada tercatat turun sekitar 22 persen, dari sekitar 25,9 miliar dolar AS pada periode April 2024 hingga Maret 2025 menjadi sekitar 20,3 miliar dolar AS pada periode April 2025 hingga Maret 2026.

Ketegangan dagang antara kedua negara juga diwarnai perkembangan di level perjanjian multilateral. Pada awal Juli, AS memilih untuk tidak memperbarui USMCA dalam peninjauan bersama wajib enam tahunan yang diamanatkan oleh perjanjian itu sendiri. Akibatnya, USMCA kini akan menjalani peninjauan setiap tahun, dan kondisi ini berpotensi berlangsung hingga 2036 kecuali ketiga pihak — AS, Kanada, dan Meksiko — sepakat untuk memperpanjangnya secara resmi.

Eskalasi tarif ini menambah tekanan pada hubungan dagang AS-Kanada yang sudah memanas sejak awal tahun. Kebijakan ini berpotensi memicu respons balasan dari Ottawa dan menambah ketidakpastian bagi pelaku industri di kedua sisi perbatasan, khususnya sektor otomotif yang rantai pasokannya sangat terintegrasi antara kedua negara.

Tag: Donald Trump, tarif dagang, Kanada, USMCA, hubungan AS-Kanada