Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

Iran Umumkan Perang Total Melawan AS, Garda Revolusi Ancam Beri 'Pelajaran Tak Terlupakan'

2026-07-22 01:31 WIB · aindari · 👁 300 dibaca

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan perang skala penuh terhadap Amerika Serikat, sementara Garda Revolusi Iran bersumpah akan memberikan balasan keras kepada Washington.

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat melonjak tajam setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian secara resmi mengumumkan kondisi perang total berskala penuh melawan AS. Pernyataan ini menandai eskalasi retorika paling keras dari Teheran dalam beberapa waktu terakhir dan memicu kekhawatiran luas atas stabilitas kawasan Timur Tengah.

Garda Revolusi Iran turut memperkuat ancaman tersebut dengan bersumpah akan memberikan apa yang mereka sebut sebagai 'pelajaran tak terlupakan' kepada Amerika Serikat. Pernyataan dari sayap militer elite Iran itu menegaskan bahwa Teheran tidak sekadar mengeluarkan retorika kosong, melainkan mengisyaratkan kesiapan tempur yang nyata.

Dalam perkembangan lain yang saling berkaitan, Iran mengklaim bahwa AS tengah memperkuat kehadiran militernya di kawasan Timur Tengah. Atas dasar klaim tersebut, Teheran menyatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya disebut-sebut tidak lagi berlaku, membuka kemungkinan konfrontasi langsung antara kedua pihak.

Iran bahkan secara terbuka menyatakan kesiapan menyambut kehadiran tentara Amerika di Pulau Kharg — sebuah pulau strategis yang menjadi pusat ekspor minyak Iran di Teluk Persia. Pernyataan itu bernada tantangan dan mengindikasikan bahwa Teheran siap mempertahankan wilayah tersebut jika terjadi serangan militer AS.

Di sisi lain, Bahrain dilaporkan menjadi salah satu sasaran serangan drone dalam rangkaian eskalasi ini. Bahrain, yang merupakan tuan rumah pangkalan militer utama AS di kawasan Teluk, menjadi titik rawan di tengah meningkatnya konfrontasi antara Iran dan sekutu-sekutu Washington di Timur Tengah.

Eskalasi ini berpotensi mengguncang sentimen pasar global, khususnya harga minyak mentah dan aset-aset berisiko, mengingat Selat Hormuz — jalur vital pengiriman energi dunia — berada di bawah pengaruh langsung Iran. Para analis memperingatkan bahwa setiap gangguan di kawasan tersebut dapat memicu lonjakan harga energi secara signifikan.

Situasi ini masih terus berkembang dan komunitas internasional belum memberikan respons resmi yang terkoordinasi. Ketegangan Iran-AS kembali menempatkan Timur Tengah di ambang krisis yang lebih luas, dengan berbagai pihak regional berpotensi terseret ke dalam konflik yang lebih besar jika diplomasi gagal menahan laju eskalasi.

Tag: Iran, Amerika Serikat, Timur Tengah, Garda Revolusi, Konflik Internasional