Beijing Sambut PM Inggris Baru Andy Burnham, Tegaskan Komitmen Kemitraan Strategis
2026-07-22 06:10 WIB · aindari · 👁 905 dibaca

China menyatakan siap mempererat hubungan dengan Inggris di bawah kepemimpinan Andy Burnham, PM ketujuh negara itu dalam satu dekade.
Beijing mengulurkan tangan diplomatik kepada pemimpin baru Inggris. Perdana Menteri China Li Qiang mengirimkan pesan selamat kepada Andy Burnham atas pengangkatannya sebagai Perdana Menteri Inggris, sebuah langkah yang disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, dalam konferensi pers di Beijing pada Selasa.
Lin Jian menegaskan bahwa posisi China dalam membina hubungan dengan Inggris tidak berubah. Ia menyebut kedua negara sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB sekaligus kekuatan ekonomi besar dunia, sehingga pengembangan kemitraan strategis komprehensif jangka panjang dinilai sejalan dengan kepentingan mendasar kedua pihak. Beijing, kata Lin Jian, ingin meningkatkan komunikasi dan kerja sama berdasarkan prinsip saling menghormati serta penanganan perbedaan yang tepat agar hubungan bilateral bergerak ke arah yang konstruktif.
Burnham, Ketua Partai Buruh berusia 56 tahun, resmi menjabat sebagai PM Inggris pada Senin, 20 Juli 2026, setelah Raja Charles III mengundangnya ke Istana Buckingham untuk membentuk pemerintahan. Ia menggantikan Keir Starmer yang lebih dulu mengajukan pengunduran diri kepada sang Raja setelah menjabat sekitar dua tahun.
Perjalanan Burnham menuju Downing Street terbilang mulus. Setelah kembali ke panggung politik nasional dengan meraih kemenangan besar atas partai populis sayap kanan Reform UK dalam pemilihan Juni 2026, ia tampil sebagai kandidat tunggal dalam bursa pemilihan ketua partai dan meraup lebih dari 90 persen suara dari anggota Partai Buruh di parlemen. Dalam pidato perdananya di luar 10 Downing Street, Burnham berjanji menjadikan pemerintahannya lebih kolaboratif dan berfokus menyelesaikan masalah nyata, bukan sekadar meraih poin politik.
Sebelum menjadi PM, Burnham memiliki rekam jejak panjang di pemerintahan — pernah menjabat menteri kebudayaan, menteri kesehatan, hingga wali kota Manchester Raya. Kini ia mewarisi sejumlah persoalan berat yang belum tuntas di era Starmer: pertumbuhan ekonomi yang lesu, layanan publik yang kewalahan, biaya hidup yang tinggi, dan lanskap politik yang kian terpecah.
Di sisi kebijakan luar negeri, Burnham diharapkan mempertahankan komitmen Inggris terhadap NATO serta dukungan bagi Ukraina, di tengah invasi Rusia yang kini memasuki tahun kelima. Ia juga menyatakan akan memperbaiki layanan publik termasuk sistem pengelolaan air, serta mendorong desentralisasi kekuasaan sebagai bagian dari agenda pemerintahannya.
Tag: Andy Burnham, Inggris, China, Hubungan Bilateral, Perdana Menteri