Trump Ancam Serang Iran 'Dalam Waktu Dekat' Sambil Tutup Pintu Perundingan
2026-07-22 14:31 WIB · aindari · 👁 891 dibaca

Presiden AS Donald Trump menyatakan tidak berminat bertemu Iran sebelum Teheran menawarkan dialog nuklir yang serius, sekaligus mengisyaratkan serangan militer berskala besar akan segera dilakukan.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa Washington tidak akan menggelar pertemuan dengan Iran selama Teheran belum menunjukkan kesediaan untuk berunding secara sungguh-sungguh soal program nuklirnya. Pernyataan itu disampaikan Trump pada Selasa saat menerima Presiden Lebanon Joseph Aoun di Ruang Oval Gedung Putih.
Meski mengakui Iran disebut sangat ingin bertemu, Trump menilai keinginan itu belum disertai tawaran dialog yang memenuhi syarat yang dikehendaki AS. Ia menegaskan posisi Washington: selama Iran belum siap berdialog secara bermakna, Amerika Serikat sama sekali tidak tertarik mengadakan pertemuan.
Dalam kesempatan yang sama, Trump membuat sejumlah klaim terkait kondisi Iran saat ini. Ia menyebut AS telah melemahkan Iran pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan memperkirakan Iran membutuhkan 20 hingga 25 tahun untuk memulihkan diri jika operasi militer dihentikan sekarang. Trump juga menyatakan bahwa tanpa tindakan Washington, keberadaan Israel sebagai negara akan terancam. Ia membandingkan operasi terhadap Iran dengan operasi AS di Venezuela, dan menyebut Iran sebagai tantangan yang jauh lebih besar.
Yang paling mencolok, Trump secara terbuka mengisyaratkan serangan militer akan segera dilancarkan. Ketika ditanya soal laporan bahwa Iran memindahkan sentrifus nuklir ke lokasi yang disebut Pickaxe Mountain, Trump mengakui kemungkinan itu sambil menekankan bahwa yang lebih penting adalah pelacakan material nuklirnya. Ia kemudian menyatakan AS kemungkinan besar akan mendatangi wilayah tersebut dalam waktu dekat, bahkan menyebut serangan itu akan dilakukan dengan kekuatan yang sangat besar — pernyataan yang ia sendiri akui tidak biasa ia ungkapkan secara terbuka.
Pernyataan Trump muncul di tengah eskalasi militer yang sudah berlangsung. AS dilaporkan telah meningkatkan serangan terhadap Iran sejak pekan lalu, dan Iran membalas dengan menyerang sejumlah fasilitas serta pangkalan yang diklaim digunakan militer AS di kawasan tersebut. Pekan lalu pula, Trump menerima pengarahan di Situation Room mengenai berbagai opsi eskalasi, termasuk kemungkinan merebut Pulau Kharg — terminal utama ekspor minyak Iran — serta serangan udara terhadap fasilitas nuklir di Pickaxe Mountain.
Konflik ini terjadi meski kedua negara sebelumnya telah menandatangani nota kesepahaman yang difasilitasi Pakistan pada Juni lalu. Kesepakatan itu dimaksudkan untuk mengakhiri pertikaian dan membuka jalan menuju perdamaian permanen, namun kenyataannya baku tembak antara AS dan Iran terus berlanjut setelah penandatanganan tersebut.
Tag: Amerika Serikat, Iran, nuklir, konflik militer, Donald Trump