Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

Ketegangan Nuklir Memanas: Iran Balas Ancaman Trump soal Fasilitas Bawah Tanah Gunung Pickaxe

2026-07-23 06:01 WIB · aindari · 👁 579 dibaca

Iran mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat setelah Trump mengancam akan membombardir fasilitas nuklir bawah tanah yang tersembunyi sedalam 100 meter di bawah Gunung Pickaxe.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat tajam setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman untuk menyerang fasilitas nuklir Iran yang berlokasi jauh di bawah permukaan Gunung Pickaxe. Merespons ancaman tersebut, Iran tidak tinggal diam dan langsung mengeluarkan peringatan kepada Washington.

Gunung Pickaxe menjadi sorotan karena di bawahnya Iran diduga menyembunyikan fasilitas nuklir pada kedalaman sekitar 100 meter. Lokasi yang tertanam begitu dalam di bawah batuan gunung ini dinilai dirancang untuk melindungi instalasi tersebut dari serangan udara konvensional, menjadikannya salah satu titik paling sensitif dalam program nuklir Teheran.

Informasi mengenai rencana serangan ini rupanya tidak hanya beredar di lingkaran Washington. AS dilaporkan telah memberi tahu Israel mengenai skema serangan terhadap Gunung Pickaxe di Iran, sebuah langkah yang semakin memperjelas bahwa opsi militer tengah dipertimbangkan secara serius oleh pihak Amerika dan sekutunya di kawasan.

Keberadaan fasilitas ini sendiri menambah kompleksitas perundingan nuklir yang selama ini berlangsung alot. Iran diam-diam disebut tengah membangun kembali fasilitas yang dikaitkan dengan pengembangan senjata nuklir, sebuah tuduhan yang memperkeruh suasana diplomatik dan mempersempit ruang negosiasi antara kedua negara.

Ancaman Trump untuk membombardir Gunung Pickaxe memunculkan pertanyaan besar soal kapabilitas militer yang dibutuhkan. Fasilitas yang terkubur 100 meter di bawah tanah memerlukan senjata penghancur bunker khusus agar serangan dapat efektif menembus lapisan batuan setebal itu, sesuatu yang hanya dimiliki oleh segelintir kekuatan militer di dunia.

Situasi ini berpotensi mengguncang stabilitas kawasan Timur Tengah yang memang sudah rapuh. Eskalasi retorika antara Washington dan Teheran, ditambah keterlibatan Israel dalam kalkulasi strategis AS, menciptakan sentimen ketidakpastian yang dapat berdampak pada dinamika geopolitik lebih luas, termasuk pasar energi global yang sensitif terhadap gejolak di wilayah penghasil minyak tersebut.

Hingga kini, konfrontasi verbal antara kedua pihak terus berlanjut tanpa tanda-tanda de-eskalasi yang jelas. Peringatan Iran kepada AS menegaskan bahwa Teheran tidak akan membiarkan ancaman militer berlalu tanpa respons, sementara posisi Trump yang agresif mencerminkan tekanan maksimum yang kembali menjadi pendekatan utama kebijakan luar negeri Amerika terhadap Iran.

Tag: Iran, Amerika Serikat, Nuklir, Gunung Pickaxe, Trump