Tiga Tanker Minyak Dihentikan di Selat Hormuz, Satu Meledak dan Terbakar
2026-07-23 14:31 WIB · aindari · 👁 873 dibaca
IRGC Iran mengklaim menghentikan tiga kapal tanker minyak di Selat Hormuz, dengan satu di antaranya meledak dan terbakar, di tengah eskalasi konflik bersenjata dengan Amerika Serikat.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengumumkan pada Kamis bahwa tiga kapal tanker minyak gagal melintas di Selat Hormuz setelah salah satunya meledak dan terbakar. Dua kapal lainnya segera berbalik arah. Dalam pernyataan yang disiarkan media pemerintah Iran, IRGC menuding Amerika Serikat berada di balik upaya pelintasan tersebut, dengan menyebut tentara AS sebagai pihak yang mendorong kapal-kapal itu melewati rute yang disebutnya dipenuhi ranjau di bagian selatan selat.
IRGC sekaligus mengeluarkan peringatan keras: kapal mana pun yang mengikuti arahan AS dan mencoba melintas tanpa izin Iran akan menghadapi konsekuensi serupa. Pernyataan ini memperjelas bahwa Iran tidak berniat membuka akses bebas di jalur perairan strategis tersebut, yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab dan menjadi salah satu koridor energi tersibuk di dunia.
Insiden tanker ini terjadi sehari setelah pasukan AS melancarkan serangan ke sejumlah wilayah Iran pada Rabu (22/7), yang menurut media pemerintah Iran merupakan malam ke-12 serangan berturut-turut. Rudal AS dilaporkan menghantam lokasi-lokasi di sekitar kota Ahvaz, Ramshir, dan Andimeshk di Iran barat, serta sebuah pembangkit listrik di dekat fasilitas nuklir Bushehr di selatan. Dua orang dilaporkan tewas di Kota Shalamcheh, dekat perbatasan Iran-Irak.
Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan serangan-serangan itu bertujuan melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam pelaut sipil dan kapal dagang yang melintas di kawasan tersebut. Presiden Donald Trump pada hari yang sama memperingatkan bahwa AS akan menghancurkan satu jembatan atau pembangkit listrik Iran setiap kali Iran menyerang kapal di selat itu.
Tehran merespons dengan nada yang sama kerasnya. Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi menyatakan melalui platform X bahwa Iran mengadopsi doktrin pertahanan berprinsip balasan setimpal. Ia menegaskan setiap serangan terhadap Iran, termasuk terhadap infrastruktur, akan dibalas secara tegas. Pernyataan ini mencerminkan postur Iran yang semakin terbuka dalam mengumumkan kebijakan retaliasi secara publik.
Eskalasi di Selat Hormuz menambah tekanan pada stabilitas pasokan energi global, mengingat jalur ini menjadi lintasan bagi sebagian besar ekspor minyak kawasan Teluk. Ketegangan yang terus meningkat antara Washington dan Teheran memunculkan kekhawatiran di kalangan pelaku pasar dan komunitas maritim internasional atas keamanan pelayaran di perairan tersebut.
Tag: Iran, Selat Hormuz, IRGC, Amerika Serikat, tanker minyak