Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Teknologi

PLN EPI Garap Ekosistem Hidrogen Hijau, Incar Pasar Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan

2026-07-26 17:12 WIB · aindari · 👁 476 dibaca

Anak usaha PLN ini menargetkan sektor industri berat sebagai pasar awal sekaligus mengembangkan bahan bakar penerbangan rendah karbon berbasis hidrogen hijau.

PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) tengah mempersiapkan fondasi ekosistem hidrogen hijau di dalam negeri dengan sasaran pasar yang luas, mulai dari kebutuhan industri berat hingga bahan bakar penerbangan berkelanjutan. Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar PLN Group dalam membangun sistem energi rendah karbon yang juga mencakup pengembangan energi terbarukan, pembangkit nuklir, teknologi penangkapan dan pemanfaatan karbon (CCUS), penyimpanan energi, serta jaringan Green Energy Super Grid.

Anita Puspita Sari, Vice President Strategi dan Pengembangan Bisnis Biomassa PLN EPI, menyampaikan bahwa hidrogen dan amonia kini menjadi komponen penting dalam peta jalan energi jangka panjang PLN Group. Menurutnya, Indonesia memiliki modal kuat untuk berkiprah di industri hidrogen hijau berkat ketersediaan sumber energi terbarukan yang melimpah.

Dalam tahap awal, PLN EPI menyasar sektor-sektor industri dengan konsumsi hidrogen yang sudah tinggi. Industri pupuk dan amonia, kilang minyak dan petrokimia, industri baja dan logam, serta industri kimia dipandang sebagai pasar perdana yang paling realistis untuk menyerap produksi hidrogen hijau domestik.

Di luar kebutuhan industri konvensional, PLN EPI juga mengincar peluang di sektor penerbangan melalui pengembangan electro-Sustainable Aviation Fuel (e-SAF). Teknologi ini menggabungkan hidrogen hijau dengan karbon dioksida yang ditangkap dari emisi untuk menghasilkan synthetic crude. Bahan mentah sintetis tersebut kemudian diproses menjadi bahan bakar penerbangan rendah karbon menggunakan pendekatan closed carbon loop, yakni siklus tertutup yang memanfaatkan kembali karbon sehingga menekan jejak emisi secara signifikan.

Anita menjelaskan bahwa permintaan terhadap e-SAF diperkirakan akan terus tumbuh seiring makin ketatnya regulasi internasional yang mewajibkan penggunaan bahan bakar penerbangan berkelanjutan demi mengurangi emisi sektor aviasi. Tren regulasi global ini membuka jendela peluang bagi Indonesia untuk memposisikan diri sebagai produsen penting di rantai pasok hidrogen hijau dunia.

Meski potensinya besar, Anita mengakui bahwa tantangan masih menghadang. Percepatan pembangunan ekosistem, penguasaan teknologi produksi, serta penciptaan pasar yang cukup kuat untuk menopang keberlanjutan industri hidrogen menjadi pekerjaan rumah utama. PLN EPI berkomitmen membangun ekosistem yang terintegrasi, mencakup sisi teknologi, rantai pasok, hingga permintaan pasar, sebagai bagian dari transformasi bisnis energi primer perusahaan menuju era rendah karbon.

Tag: hidrogen hijau, PLN EPI, bahan bakar penerbangan berkelanjutan, e-SAF, energi rendah karbon