Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Teknologi

Shanghai Electric Pamerkan Robot 41 Sumbu Gerak dan 51 Agen AI Industri di WAIC 2026

2026-07-27 17:01 WIB · aindari · 👁 448 dibaca

Dari robot humanoid bipedal hingga sistem pabrik cerdas berbasis AI-native, Shanghai Electric memperlihatkan rangkaian teknologi manufaktur masa depan di konferensi kecerdasan buatan terbesar dunia.

Shanghai Electric tampil di World Artificial Intelligence Conference and High-Level Meeting on Global AI Governance (WAIC 2026) dengan membawa deretan solusi robotik dan kecerdasan buatan yang dirancang khusus untuk kebutuhan industri berat. Perusahaan yang tercatat di bursa Hong Kong (SEHK: 02727) dan Shanghai (SSE: 601727) ini mengusung tema "AI for All: Smart Squad, Shining Without Limits", memamerkan ekosistem lengkap mulai dari robot fisik, komponen inti, hingga perangkat lunak pabrik cerdas.

Tiga robot humanoid menjadi pusat perhatian dalam pameran tersebut. Robot bipedal "SUYUAN" hadir dengan 41 degrees of freedom yang memungkinkan gerakan lebih luwes, dilengkapi sistem penginderaan visual multimodal serta baterai ganda dengan fitur hot swap — cocok untuk tugas inspeksi, pemindahan material, dan perakitan. Robot beroda "TUOYUAN" memanfaatkan model dasar embodied intelligence dengan teknologi kendali hibrida gaya-posisi, mampu memasang konektor, menyortir material, hingga menangani bongkar muat komponen pelat logam di sektor otomotif. Sementara robot beroda biomimetik "Mermaid" mampu mengenali tombol, kenop, dan air switch secara otomatis, lalu menyusun jalur operasi secara real time.

Selain ketiga robot humanoid itu, Shanghai Electric juga memperkenalkan robot otonom khusus untuk proses chamfering pada dinding bagian dalam pipa. Bekerja di ruang sempit, robot ini mampu memosisikan dan memproses ribuan tepi lubang dengan akurasi hingga ±1 milimeter sambil mengirimkan data secara real time. Portofolio robot perusahaan secara keseluruhan mencakup lima skenario industri: pemasangan konektor, pekerjaan kelistrikan, penyortiran fleksibel, perakitan cerdas, dan pemrosesan pipa.

Di sisi komponen, Shanghai Electric memamerkan planetary roller screw dengan kapasitas beban lebih dari tiga kali lipat dibanding ball screw konvensional, serta DexHand — tangan robotik presisi yang dirancang untuk beragam kebutuhan menggenggam dan memanipulasi objek. Wang Chunlei, Deputy General Manager Robotics Business Unit Shanghai Electric Automation Group, menyatakan bahwa nilai sesungguhnya dari embodied intelligence terletak pada kemampuannya memahami kebutuhan nyata industri, memadukan kekuatan dan presisi mesin dengan pengalaman serta penilaian manusia.

Dalam ajang yang sama, perusahaan meluncurkan 51 model dan agen AI melalui seri "StarCloud Intelligent Manufacturing", mencakup tiga domain utama: riset dan pengembangan, produksi dan manufaktur, serta operasi dan pemeliharaan. Agen-agen ini mendukung proses mulai dari optimalisasi lini produksi, inspeksi kualitas, pemeliharaan prediktif, hingga perawatan fasilitas pembangkit listrik tenaga bayu. Seluruhnya terintegrasi dalam sistem pengambilan keputusan robot maupun operasional pabrik cerdas berbasis AI-native.

Shanghai Electric turut meluncurkan "AI-Native Smart Factory Technology White Paper" yang menguraikan arsitektur pabrik cerdas berlapis tiga: AI Factory Brain sebagai pusat kendali, jaringan eksekusi berbasis agen industri dan robot embodied intelligence, serta physical twin sebagai representasi digital sistem fisik. Arsitektur ini mengadopsi pendekatan First Principles dan mekanisme closed loop untuk mengoptimalkan data produksi secara real time, dengan tujuan mendorong sistem manufaktur beralih dari pendekatan berbasis pengalaman menuju operasi yang sepenuhnya berbasis data.

Tag: Shanghai Electric, Robot Humanoid, Embodied Intelligence, Pabrik Cerdas, WAIC 2026