Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Olahraga

Rencana Jual Saham Piala Dunia Rp720 Miliar per Negara Picu Perlawanan dari Eropa hingga Asia

2026-07-30 17:03 WIB · aindari · 👁 823 dibaca

Proposal Gianni Infantino untuk menjual hak komersial Piala Dunia senilai 20 miliar dolar AS kepada investor swasta memantik penolakan keras dari konfederasi Eropa dan Asia.

Sebuah rencana ambisius yang digagas Presiden FIFA Gianni Infantino tengah mengguncang dunia sepakbola. Infantino mendorong penjualan sebagian hak komersial Piala Dunia kepada pihak swasta dalam skema yang ditaksir bernilai hingga 20 miliar dolar AS — langkah yang oleh para pengkritiknya disebut sebagai upaya memprivatisasi aset paling berharga dalam olahraga global itu.

Sebagai bagian dari strategi untuk memuluskan rencana tersebut, FIFA dilaporkan menawarkan kompensasi kepada setiap negara anggota senilai sekitar 720 miliar rupiah. Tawaran ini dinilai sebagai cara untuk meredam suara-suara penolakan di dalam kongres FIFA, sekaligus membuat perlawanan terhadap proposal itu menjadi terlalu mahal secara politis bagi banyak federasi kecil yang bergantung pada dana dari badan induk sepakbola dunia tersebut.

Namun tidak semua pihak bersedia diam. Konfederasi sepakbola Eropa (UEFA) menjadi salah satu suara paling keras yang menentang rencana ini, bahkan membuka wacana boikot Piala Dunia sebagai bentuk tekanan. Sikap UEFA mencerminkan kekhawatiran mendalam bahwa komersialisasi hak Piala Dunia kepada investor luar akan menggeser kendali atas turnamen paling bergengsi di dunia itu dari tangan federasi sepakbola ke tangan modal swasta.

Dari Asia, Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) juga menyatakan kekecewaannya yang besar atas niat FIFA tersebut. AFC menilai langkah ini tidak sejalan dengan semangat sepakbola sebagai olahraga milik bersama, bukan komoditas yang bisa diperjualbelikan kepada penawar tertinggi. Penolakan dari dua konfederasi besar ini menunjukkan bahwa resistensi terhadap Infantino bukan sekadar reaksi emosional, melainkan keberatan substantif atas arah tata kelola FIFA.

Infantino sendiri telah angkat bicara untuk membela rencananya, meski detail argumennya belum sepenuhnya meyakinkan para penentang. Nama Donald Trump juga disebut-sebut masuk dalam lingkaran sorotan terkait dinamika kekuasaan di balik rencana ini, mengingat Amerika Serikat menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026.

Perdebatan ini menyentuh pertanyaan mendasar tentang kepemilikan dan identitas Piala Dunia. Bagi para penentang, turnamen empat tahunan itu bukan sekadar produk komersial — ia adalah warisan bersama yang, seperti diungkapkan dalam kritik yang beredar luas, "bukan milik FIFA untuk dijual." Sejauh mana Infantino mampu menggolkan rencananya akan sangat bergantung pada seberapa solid koalisi penolakan dari Eropa dan Asia mampu bertahan menghadapi tekanan finansial yang ditawarkan FIFA.

Tag: FIFA, Piala Dunia, Gianni Infantino, UEFA, AFC