Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Hiburan

Grammy Awards Diduga Hapus Konten BTS, Penggemar Ramai Ungkap Kekecewaan

2026-08-01 06:15 WIB · aindari · 👁 816 dibaca

Penghapusan video BTS oleh akun resmi Grammy memicu gelombang protes dari para penggemar di media sosial X.

Ajang penghargaan musik bergengsi Grammy Awards kembali terseret kontroversi yang melibatkan grup K-pop BTS. Kali ini, pihak Grammy dituding sengaja menghapus konten video yang berkaitan dengan BTS dari platform resmi mereka, sebuah tindakan yang langsung memantik reaksi keras dari komunitas penggemar setia grup asal Korea Selatan tersebut, yang dikenal dengan sebutan Army.

Para penggemar BTS ramai-ramai menyuarakan kekecewaan mereka di platform media sosial X, setelah mendapati konten terkait idola mereka tidak lagi dapat ditemukan di kanal resmi Grammy. Gelombang protes ini mencerminkan ketegangan yang sudah lama membekas antara komunitas penggemar BTS dengan lembaga Recording Academy, penyelenggara Grammy Awards.

Polemik antara BTS dan Grammy Awards sendiri bukan hal baru. Sejumlah laporan menyebut bahwa BTS pernah menyuarakan penolakan terhadap apa yang mereka anggap sebagai bentuk diskriminasi dalam ajang penghargaan tersebut. Ketegangan ini bahkan memunculkan pertanyaan lebih luas soal bagaimana Grammy memperlakukan artis-artis dari luar industri musik Amerika, khususnya dari genre K-pop yang belakangan meraih popularitas global.

BTS bukan satu-satunya musisi yang pernah berseteru dengan Grammy. Setidaknya delapan nama musisi lain tercatat pernah mengajukan protes serupa terhadap lembaga yang menaungi penghargaan musik paling bergengsi di dunia itu. Hal ini memunculkan diskusi lebih luas mengenai relevansi dan inklusivitas Grammy di era musik yang semakin tanpa batas geografis.

Kronologi polemik BTS dan Grammy Awards 2027 turut menjadi sorotan publik, menandakan bahwa persoalan ini bukan sekadar insiden tunggal, melainkan bagian dari ketegangan yang terus berkembang. Komunitas Army menilai perlakuan Grammy terhadap BTS mencerminkan sikap yang tidak adil terhadap artis non-Barat, meski pihak Grammy sendiri belum memberikan tanggapan resmi atas tudingan penghapusan video tersebut.

Insiden ini kembali membuka perdebatan tentang sejauh mana Grammy Awards mampu mengakomodasi keberagaman musik global, di tengah dominasi industri musik Barat yang selama ini menjadi tolok ukur utama penghargaan tersebut. Bagi jutaan penggemar BTS di seluruh dunia, kejadian ini menjadi pengingat bahwa perjuangan untuk mendapatkan pengakuan setara di panggung musik internasional masih terus berlanjut.

Tag: BTS, Grammy Awards, K-pop, Army, Kontroversi Musik