Trump Umumkan Perundingan dengan Iran Dimulai Senin, Serangan Militer Dibatalkan
2026-08-03 11:01 WIB · aindari · 👁 420 dibaca

Presiden AS Donald Trump mengungkapkan perundingan dengan Iran dijadwalkan berlangsung Senin sore setelah rencana serangan militer besar-besaran dibatalkan atas permintaan Teheran dan sejumlah negara kawasan.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa perundingan dengan Iran akan dimulai pada Senin sore waktu setempat. Pernyataan itu disampaikan Trump kepada wartawan di atas pesawat Air Force One pada Minggu, 2 Agustus, disertai keyakinannya bahwa kesepakatan mengenai Selat Hormuz dan program nuklir Iran dapat segera terwujud.
Di balik pengumuman itu terdapat keputusan penting: Trump membatalkan rencana serangan militer besar-besaran yang semula dijadwalkan pada Jumat. Ia menyebut pembatalan tersebut terjadi setelah Iran dan sejumlah negara di kawasan secara aktif meminta Washington menahan diri. Permintaan serupa, menurut Trump, datang dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar.
"Mereka meminta kami untuk tidak melakukannya. Mereka berkata, tolong jangan lakukan itu. Negara-negara tetangga mereka juga menyampaikan hal yang sama," ungkap Trump menggambarkan tekanan diplomatik yang ia terima. Ia juga menyebutkan bahwa Iran secara khusus menyampaikan keinginan kuat untuk mencapai kesepakatan.
Arab Saudi disebut Trump turut mendorong penyelesaian melalui jalur diplomasi. Riyadh, kata Trump, meyakini bahwa kesepakatan sudah semakin dekat, terutama menyangkut status Selat Hormuz dan pada akhirnya isu denuklirisasi Iran — dua agenda yang selama ini menjadi titik ketegangan utama antara Washington dan Teheran.
Meski membuka pintu negosiasi, Trump tidak menetapkan tenggat waktu untuk tercapainya kesepakatan. "Kita lihat saja nanti," katanya ketika ditanya soal batas waktu. Namun ia menegaskan opsi militer tetap ada di atas meja apabila diplomasi gagal. Trump mengaku lebih memilih jalan damai dan menyatakan tidak ingin ada korban jiwa dalam konflik bersenjata.
Terkait rencana serangan yang dibatalkan itu, Trump mengklaim operasi tersebut akan berdampak sangat besar bagi Iran dan membutuhkan waktu bertahun-tahun bagi negara itu untuk pulih. Namun ketika ditanya apakah sasaran serangan mencakup infrastruktur energi Iran, Trump menolak memberikan keterangan lebih lanjut.
Perkembangan ini menandai pergeseran signifikan dalam dinamika hubungan AS-Iran, dari ancaman militer terbuka menuju meja perundingan — meski ketidakpastian masih menyelimuti proses diplomasi yang baru saja dimulai.
Tag: Iran, Donald Trump, Diplomasi AS-Iran, Nuklir Iran, Selat Hormuz