Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

Trump Batalkan Serangan ke Iran Setelah Menteri Luar Negeri Teheran Terima Proposal Kompromi Selat Hormuz

2026-08-03 05:01 WIB · aindari · 👁 760 dibaca

Respons positif dari Menteri Luar Negeri Iran atas tawaran mediasi Qatar menjadi salah satu faktor yang mendorong Trump membatalkan rencana serangan besar ke Iran.

Rencana serangan militer Amerika Serikat terhadap Iran batal dilaksanakan setelah Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan kesediaan menerima proposal kompromi yang ditawarkan mediator Qatar terkait pengoperasian Selat Hormuz. Kabar ini dilaporkan oleh saluran televisi Israel, Channel 12, mengutip dua diplomat yang mengetahui jalannya pembicaraan tersebut.

Menurut laporan itu, penerimaan Araghchi atas proposal Qatar menjadi salah satu pertimbangan utama Presiden Donald Trump untuk mengurungkan niat melancarkan serangan besar ke Iran. Trump sendiri telah mengumumkan keputusannya melalui platform media sosial Truth Social pada 1 Agustus, menyatakan bahwa ia membatalkan serangan demi membuka ruang bagi tercapainya kesepakatan diplomatik.

Dalam pernyataannya, Trump menyebut bahwa Iran dan sejumlah negara Timur Tengah lainnya meminta Washington menahan diri dari serangan karena semua pihak yang terlibat sedang menyusun kerangka kesepakatan. Ia menegaskan bahwa perjanjian yang diinginkan harus mencakup dua hal utama: pembukaan kembali Selat Hormuz secara segera dan penghapusan ancaman nuklir Iran.

Adapun isi proposal kompromi yang dimediasi Qatar mengatur pembagian jalur pelayaran di Selat Hormuz. Kapal-kapal yang memasuki Teluk Persia akan melintas melalui perairan teritorial Iran, sementara kapal yang keluar dari selat tersebut akan menggunakan perairan teritorial Oman. Skema ini dirancang sebagai solusi tengah atas ketegangan yang selama ini membayangi jalur pelayaran strategis tersebut.

Meski ada perkembangan positif, proses negosiasi belum sepenuhnya tuntas. Channel 12 melaporkan bahwa mediator Qatar masih melanjutkan pembicaraan dengan pihak Iran guna memastikan dukungan dari Korps Garda Revolusi Islam — satuan militer elite Iran — terhadap kesepakatan yang sedang dirumuskan. Dukungan dari institusi militer berpengaruh itu dianggap krusial agar perjanjian dapat berjalan efektif di lapangan.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran tersibuk dan terpenting di dunia, menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab. Ketegangan di kawasan ini kerap memicu kekhawatiran global mengingat sebagian besar ekspor minyak dari negara-negara Teluk melewati jalur sempit tersebut. Perkembangan diplomasi ini berpotensi memengaruhi sentimen pasar energi dan stabilitas kawasan Timur Tengah secara lebih luas.

Tag: Iran, Trump, Selat Hormuz, Diplomasi Timur Tengah, Qatar