Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Teknologi

Drone Penyemprot Air Jadi Andalan Pemadaman Kebakaran Bromo, Helikopter BNPB Sedang dalam Perjalanan

2026-08-06 17:03 WIB · aindari · 👁 373 dibaca

Kondisi medan berbukit dan sulitnya pasokan air membuat drone berkapasitas 150 liter menjadi tulang punggung operasi pemadaman kebakaran di kawasan Gunung Bromo.

Kebakaran yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) sejak Senin (3/8) sekitar pukul 17.00 WIB kini ditangani dengan mengandalkan teknologi drone penyemprot air. Titik api pertama kali muncul di Blok Bantengan, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, sebelum kemudian meluas hingga ke Watu Gede di wilayah Kabupaten Probolinggo.

Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha menjelaskan bahwa drone water spray yang dioperasikan oleh BPBD Jawa Timur menjadi sarana utama pemadaman sementara helikopter water bombing dari BNPB masih dalam perjalanan menuju lokasi. Helikopter tersebut dikabarkan sudah bergerak dari Banjarmasin menuju Surabaya dan selanjutnya akan diarahkan ke wilayah Malang.

Drone yang dikerahkan memiliki kapasitas angkut 150 liter air per penerbangan. Keunggulan teknologi ini terletak pada kemampuannya menjangkau area yang sulit diakses petugas darat, mengingat medan di sekitar Bromo berupa perbukitan dengan kondisi yang terbilang berat. Mobilisasi tim gabungan di jalur darat pun terkendala topografi tersebut. Bahkan untuk mendapatkan pasokan air saja, petugas membutuhkan waktu sekitar satu jam perjalanan pulang pergi dari lokasi kebakaran ke sumber air terdekat.

Salah satu tantangan tambahan muncul ketika api yang sempat tidak terlihat pada Rabu (5/8) malam sekitar pukul 22.00 WIB tiba-tiba kembali menyala pada Kamis dini hari pukul 04.00 WIB. Rudijanta menduga bara yang masih menyimpan panas tersulut kembali oleh hembusan angin kencang, sehingga api menyebar hingga ke area dinding tebing. Saat ini titik api dilaporkan berada di sekitar perbatasan wilayah Probolinggo dan Malang.

Meski demikian, kondisi kebakaran kali ini dinilai lebih terkendali dibanding kejadian tiga tahun lalu. Keberadaan Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT) dengan lebar 14 hingga 16 meter berfungsi sebagai sekat bakar alami yang mencegah api merambat ke area padang rumput seperti yang terjadi sebelumnya. Selain operasi udara, pemadaman melalui jalur darat terus digencarkan untuk mengantisipasi perluasan kobaran api.

Balai Besar TNBTS menyatakan optimisme bahwa keterlibatan berbagai pihak — mulai dari BPBD Jawa Timur, BNPB, hingga tim gabungan di lapangan — akan mempercepat penanganan kebakaran yang hingga kini tercatat telah menghanguskan sekitar 60 hektare lahan di kawasan Gunung Bromo.

Tag: kebakaran Bromo, drone water spray, TNBTS, BPBD Jawa Timur, water bombing