Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Teknologi

Oppo A7 Pro Max Hadir dengan Baterai 10.000 mAh Setipis 8,57 mm

2026-08-07 06:09 WIB · aindari · 👁 369 dibaca

Oppo memperkenalkan smartphone kelas menengah dengan kapasitas baterai terbesar yang pernah mereka gunakan, didukung teknologi silicon-carbon generasi terbaru agar bodinya tetap ramping.

Oppo resmi meluncurkan A7 Pro Max, ponsel kelas menengah yang menjadi rekor internal perusahaan dalam hal kapasitas baterai. Dibekali baterai 10.000 mAh — setara dengan banyak powerbank yang beredar di pasaran — perangkat ini menjadi smartphone berdaya terbesar yang pernah diproduksi Oppo hingga saat ini.

Yang membuat kapasitas tersebut menarik perhatian adalah dimensi bodinya yang tetap terjaga. Dengan ketebalan 8,57 mm dan bobot sekitar 220 gram, Oppo mengklaim keberhasilan ini berkat penerapan teknologi baterai silicon-carbon generasi terbaru, yang memungkinkan kepadatan energi lebih tinggi tanpa mengorbankan ukuran. Oppo juga menyebut baterai ini dirancang mempertahankan kesehatan di atas 80 persen hingga sekitar tujuh tahun pemakaian normal, atau setara 1.500 siklus pengisian daya. Sertifikasi dari China Quality Certification Center (CQC) turut memperkuat klaim keamanannya.

Dalam penggunaan nyata, Oppo memproyeksikan baterai ini mampu menopang panggilan video WeChat lebih dari 15 jam, navigasi lebih dari 21 jam, serta pemutaran musik hingga lebih dari 133 jam dalam satu kali pengisian penuh. Untuk mengisi ulang baterai sebesar itu, A7 Pro Max mendukung fast charging 80W melalui kabel. Perangkat ini juga dilengkapi fitur reverse charging 27W, sehingga bisa berfungsi sebagai powerbank untuk mengisi daya ponsel lain, earbud nirkabel, atau aksesori elektronik yang kompatibel.

Dari sisi layar, Oppo memasang panel AMOLED berukuran 6,78 inci dengan refresh rate 120 Hz dan kecerahan puncak 1.800 nits. Kombinasi ini ditujukan agar tampilan tetap responsif saat bermain game atau menggulir media sosial, sekaligus nyaman digunakan di bawah sinar matahari langsung. Sensor sidik jari optik tertanam di bawah layar sebagai metode autentikasi utama.

Untuk kamera, bagian belakang mengandalkan dua lensa: kamera utama 50 MP dengan bukaan f/1.8 dan kamera monokrom 2 MP. Di bagian depan, terdapat kamera 50 MP dengan bukaan f/2.0 yang sudah dilengkapi autofocus — fitur yang tidak selalu hadir pada kamera selfie di kelas harganya. Performa ditenagai chipset Qualcomm Snapdragon 4 Gen 5, dipasangkan dengan RAM LPDDR4X dan penyimpanan UFS 3.1. Oppo menyediakan empat pilihan konfigurasi, mulai dari 8 GB RAM dengan 128 GB penyimpanan hingga 12 GB RAM dengan 512 GB penyimpanan.

A7 Pro Max juga mengantongi sertifikasi IP69K, yang berarti perangkat tahan terhadap debu dan semburan air bertekanan tinggi — meski bukan untuk penggunaan di dalam air dalam durasi panjang. Tiga pilihan warna tersedia: Black, Orange, dan Blue. Di pasar China, harga mulai dari 2.199 yuan atau sekitar Rp5,8 juta selama periode pre-order hingga 7 Agustus 2026. Oppo belum mengumumkan rencana distribusi global, termasuk untuk pasar Indonesia.

Tag: Oppo A7 Pro Max, baterai 10000 mAh, smartphone kelas menengah, silicon-carbon, Snapdragon 4 Gen 5