Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Teknologi

Robot, AI, dan Farmasi Inovatif: Tiga Pilar Baru yang Menggerakkan Ekspor Teknologi China

2026-08-08 17:04 WIB · aindari · 👁 548 dibaca

Produk teknologi tinggi seperti robot industri, layanan berbasis kecerdasan buatan, dan obat-obatan inovatif kini menjadi motor utama lonjakan ekspor China ke pasar global.

Lanskap ekspor China tengah mengalami pergeseran signifikan. Tiga kategori produk teknologi — robot, barang dan layanan terkait kecerdasan buatan (AI), serta obat-obatan inovatif — kini tampil sebagai penggerak utama pertumbuhan perdagangan luar negeri negara tersebut, menandai transformasi menuju industri bernilai tinggi yang berbasis inovasi.

Data dari Administrasi Umum Kepabeanan (GAC) China menunjukkan bahwa ekspor negara itu pada Juli meningkat 17,8 persen secara tahunan. Dari keseluruhan kenaikan tersebut, hampir 60 persen disumbangkan oleh produk-produk teknologi tinggi, termasuk robot industri dan printer 3D. Secara spesifik, ekspor robot industri pada bulan tersebut tumbuh 13,2 persen hingga mencapai 7,34 miliar yuan. Pencapaian ini merupakan kelanjutan dari tren yang dimulai sejak 2025, ketika China untuk pertama kalinya mencatatkan posisi sebagai eksportir neto robot industri.

Namun pertumbuhan tidak terbatas pada robot industri. Pada semester pertama tahun ini, ekspor robot bedah melesat hingga 3,3 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, mencapai 480 juta yuan. Sementara itu, robot pembersih serta robot bionik pintar — mencakup robot humanoid, robot anjing, dan hewan biomimetik seperti ikan dan burung — membukukan ekspor senilai 18,09 miliar yuan. Robot-robot buatan China semakin banyak diadopsi dalam sektor manufaktur maupun kehidupan sehari-hari di berbagai negara.

Di sektor AI, komponen elektronik dan suku cadang komputer sama-sama mencatatkan pertumbuhan ekspor dua digit selama Januari hingga Juni, dengan kontribusi gabungan sebesar 6,9 poin persentase terhadap pertumbuhan ekspor keseluruhan. Lebih dari sekadar perangkat keras, perusahaan-perusahaan China kini juga aktif mengekspor layanan digital berupa algoritma AI, komputasi awan, dan solusi digital lainnya. Platform agregator model bahasa besar global OpenRouter bahkan mengungkapkan bahwa enam model paling populer di platformnya pada Juli seluruhnya merupakan model sumber terbuka yang dikembangkan di China.

Pilar ketiga pertumbuhan ekspor teknologi China terletak pada industri farmasi inovatif. Sepanjang paruh pertama tahun ini, perusahaan farmasi China meneken 81 perjanjian lisensi keluar untuk obat-obatan baru bersama mitra dari 20 negara dan kawasan, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Prancis, dan Italia. Nilai total kesepakatan tersebut sudah setara dengan 80 persen dari pencapaian setahun penuh pada 2025. Menurut Administrasi Produk Medis Nasional China, negara itu saat ini berkontribusi terhadap sekitar 30 persen obat-obatan baru yang tengah dikembangkan secara global, menempatkannya di posisi kedua dunia.

Kombinasi ketiga sektor ini menggambarkan bagaimana China secara sistematis menggeser basis ekspornya dari produk manufaktur konvensional menuju barang dan jasa berteknologi tinggi. Dengan momentum pertumbuhan yang kuat di ketiga pilar tersebut, struktur perdagangan luar negeri China berpotensi terus bertransformasi dalam beberapa tahun ke depan.

Tag: ekspor China, robot industri, kecerdasan buatan, farmasi inovatif, teknologi tinggi