Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Ekonomi

Jumlah Investor Saham Indonesia Tembus 10 Juta SID, Tumbuh Hampir 17 Persen Sepanjang 2026

2026-08-09 06:08 WIB · aindari · 👁 781 dibaca

Bursa Efek Indonesia mencatat penambahan hampir 1,5 juta investor saham baru sejak awal tahun, meski IHSG masih tertekan lebih dari 25 persen secara year to date.

Pasar modal Indonesia mencatatkan tonggak baru setelah jumlah pemegang rekening saham melampaui angka 10 juta. Data per 7 Agustus 2026 menunjukkan total investor saham mencapai 10.052.059 Single Investor Identification (SID), bertambah 1.447.882 SID atau naik 16,83 persen dibandingkan posisi akhir 2025. Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad menyatakan pencapaian tersebut menggambarkan perluasan inklusi pasar modal seiring meningkatnya partisipasi masyarakat dalam berinvestasi.

Secara lebih luas, total investor pasar modal — mencakup saham, obligasi, reksa dana, Exchange Traded Fund (ETF), dan produk derivatif — tercatat sebanyak 30.274.265 SID pada periode yang sama. Angka itu melonjak 9.926.440 SID atau 48,78 persen secara year to date dari posisi akhir 2025. Pertumbuhan ini sejalan dengan target jangka panjang yang dicanangkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self-Regulatory Organization (SRO) untuk membawa jumlah investor pasar modal Indonesia mencapai 35 juta SID pada 2030, dengan ambisi menempatkan bursa domestik di jajaran 10 besar dunia.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, sebelumnya menyebutkan bahwa tren kenaikan jumlah investor merupakan buah dari berbagai inisiatif pendalaman pasar serta penguatan ekosistem digital di industri pasar modal. Digitalisasi akses investasi dinilai menjadi faktor penting yang menurunkan hambatan masuk bagi masyarakat luas.

Untuk memperkuat hubungan antara emiten dan investor, BEI menggelar acara Surabaya Investor Meeting and Connectivity 2026 pada Rabu, 5 Agustus. Forum tersebut mempertemukan tujuh emiten dengan para investor, difasilitasi oleh 13 Anggota Bursa serta Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI). Rangkaian kegiatan meliputi sesi presentasi perusahaan dan pertemuan satu-lawan-satu, di mana emiten berkesempatan memaparkan profil, kinerja, strategi bisnis, dan prospek usaha mereka secara langsung kepada calon maupun pemegang saham.

Kautsar berharap forum semacam ini mampu mendorong komunikasi yang lebih terbuka dan pertukaran informasi yang konstruktif antara emiten dan investor. Tujuan akhirnya adalah meningkatkan porsi saham yang beredar bebas (free float), memperbaiki likuiditas perdagangan, serta memperdalam pasar modal secara keseluruhan.

Meski pertumbuhan investor menunjukkan tren positif, kondisi pasar saham sendiri masih menghadapi tekanan. Pada penutupan perdagangan Jumat, 7 Agustus 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di level 6.409,65, turun 2.237,29 poin atau melemah 25,87 persen secara year to date dari posisi 8.646,94 pada awal tahun. Kontras antara lonjakan jumlah investor dan pelemahan indeks ini menunjukkan bahwa antusiasme masyarakat untuk masuk ke pasar modal belum tentu berbanding lurus dengan kinerja harga saham dalam jangka pendek, dan sentimen pasar global maupun domestik tetap menjadi faktor risiko yang perlu dicermati.

Tag: investor saham, BEI, pasar modal Indonesia, IHSG, inklusi keuangan