Sepuluh Penghargaan ISRA 2026 Diraih Pertamina Patra Niaga Kalimantan lewat Program Sosial Berbasis Potensi Lokal
2026-08-09 06:11 WIB · aindari

Berbagai unit operasi Pertamina Patra Niaga di Kalimantan menyabet penghargaan mulai dari kategori konservasi keanekaragaman hayati hingga pemberdayaan ekonomi dalam ajang ISRA 2026.
Sepuluh penghargaan sekaligus dibawa pulang oleh PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan dari ajang Indonesia Social Responsibility Award (ISRA) 2026. Pencapaian ini mencerminkan keragaman program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang dijalankan perusahaan di berbagai titik operasional di Pulau Kalimantan, mencakup bidang pemberdayaan masyarakat, pendidikan, kesetaraan gender, hingga pelestarian lingkungan.
Edi Mangun, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, menyatakan di Banjarmasin pada Sabtu bahwa capaian tersebut merupakan buah kerja bersama antara perusahaan, masyarakat, dan para pemangku kepentingan. Menurutnya, penghargaan ini bukan sekadar pengakuan, melainkan pendorong agar program TJSL terus menghasilkan dampak yang terukur dan berkesinambungan.
Dari sisi perolehan, dua penghargaan Gold diraih di kategori Economic Empowerment oleh Integrated Terminal Balikpapan melalui program Kawan Patra dan Integrated Terminal Pontianak lewat program Kampung Gambut Siantan Hilir. Aviation Fuel Terminal (AFT) Syamsudin Noor juga meraih Gold untuk kategori Biodiversity Conservation berkat program Konservasi Rusa Sambar dan Tanaman Endemik Kalimantan, sementara AFT Supadio menyabet Gold di kategori Gender Equality & Social Inclusion melalui program Aku Tangkas.
Pada tingkat Silver, AFT Syamsudin Noor kembali masuk daftar pemenang di kategori Education dengan program Eco Green School. AFT Supadio meraih Silver untuk Economic Empowerment lewat program Pelita Patra Bahari, dan Fuel Terminal Samarinda memperoleh Silver di kategori Education melalui program Pendikresa. Tiga penghargaan Bronze melengkapi perolehan: AFT Sepinggan dengan program Taliwara, Integrated Terminal Banjarmasin lewat Pasar Teras Bersama, serta Fuel Terminal Tarakan melalui program Kampung LESTARI.
Keragaman program yang dihargai menunjukkan pendekatan TJSL yang dirancang menyesuaikan kondisi sosial, ekonomi, dan ekologi di tiap wilayah operasi. Edi menekankan bahwa setiap inisiatif dikembangkan berdasarkan kebutuhan dan potensi lokal sehingga masyarakat setempat dapat menjadi penggerak utama perubahan di lingkungannya sendiri.
Ke depan, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan berencana memperkuat kolaborasi dan inovasi agar manfaat program-program tersebut tidak berhenti pada perolehan penghargaan semata. Perusahaan menargetkan dampak positif yang lebih luas, mendorong kemandirian masyarakat, serta membuka peluang replikasi program serupa di wilayah lain yang memiliki kebutuhan sejenis.
Tag: Pertamina Patra Niaga, ISRA 2026, TJSL, Kalimantan, pemberdayaan masyarakat