Kowani Deklarasikan Dukungan Tempe Masuk UNESCO Lewat Jalan Sehat 10.000 Langkah
2026-08-09 17:13 WIB · aindari

Seribu peserta meramaikan jalan sehat yang digelar Kongres Wanita Indonesia di Jakarta sebagai bagian dari kampanye mendorong tempe mendapat pengakuan UNESCO.
Kongres Wanita Indonesia (Kowani) menyelenggarakan acara jalan sehat bertajuk fun walk 10.000 langkah di Jakarta pada hari Minggu sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan Tempe Indonesia Goes to UNESCO. Kegiatan yang diikuti sekitar 1.000 peserta ini menempuh rute dari kantor Kowani menuju kawasan Bundaran Hotel Indonesia dan kembali ke titik awal.
Salah satu momen utama dalam rangkaian acara tersebut adalah pembacaan Deklarasi Nasional Tempe Indonesia Goes to UNESCO. Ketua Umum Kowani Nannie Hadi Tjahjanto menegaskan bahwa upaya membawa tempe ke UNESCO bukan semata mengejar pengakuan internasional. Lebih dari itu, gerakan ini bertujuan memastikan pengetahuan, keterampilan, serta tradisi pembuatan tempe tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
Nannie menekankan bahwa tempe memiliki dimensi yang jauh melampaui sekadar makanan tradisional. Menurutnya, tempe menyimpan potensi besar sebagai pilar ketahanan pangan sekaligus sumber peluang ekonomi bagi masyarakat, terutama kaum perempuan. Ia menilai pengembangan tempe bisa dilakukan melalui inovasi bahan baku lokal yang tidak terbatas pada kedelai, melainkan juga memanfaatkan sorgum dan beragam jenis kacang-kacangan.
Diversifikasi bahan baku tersebut, menurut Nannie, berpotensi melahirkan aneka produk olahan baru dan membuka jalan bagi perempuan untuk membangun usaha mandiri. Ia menyatakan bahwa penguatan ekonomi perempuan merupakan komponen krusial dalam membangun ketahanan keluarga. Kowani berharap melalui pelatihan, kursus, dan sertifikasi, perempuan dapat memiliki bekal keterampilan yang memadai untuk bekerja maupun berwirausaha secara mandiri.
Nannie juga menyoroti bahwa tempe memiliki ekosistem ekonomi yang luas, mencakup petani dan penyedia bahan baku, perajin, pelaku UMKM, industri pengolahan, hingga konsumen akhir. Penguatan seluruh rantai nilai tempe dinilai mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi banyak pihak.
Semakin dikenalnya tempe di berbagai negara, menurut Nannie, justru menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk memperkuat pelestarian dan pengakuan atas tradisi yang melekat pada makanan fermentasi ini. Ia mengingatkan bahwa Indonesia perlu bergerak cepat mendukung tempe menuju UNESCO agar tidak tertinggal di tengah meningkatnya popularitas tempe secara global. Bagi Kowani, tempe adalah kekayaan budaya Indonesia yang memiliki nilai historis, sosial, ekonomi, dan pangan yang layak mendapat perlindungan internasional.
Tag: Tempe UNESCO, Kowani, ketahanan pangan, pemberdayaan perempuan, warisan budaya