AS dan Kanada Bergabung dalam Kritik terhadap Kepemimpinan Infantino di FIFA
2026-08-11 06:07 WIB · aindari · 👁 725 dibaca

Dua dari tiga tuan rumah Piala Dunia 2026 menyuarakan dukungan terhadap seruan perubahan tata kelola FIFA, sementara Meksiko tetap berpihak pada Infantino.
Federasi sepak bola Amerika Serikat dan Kanada secara resmi menyatakan dukungan terhadap kritik yang ditujukan kepada Presiden FIFA Gianni Infantino. Melalui pernyataan bersama yang dipublikasikan di platform X, US Soccer dan Canada Soccer menegaskan posisi mereka bersama Caribbean Football Union (CFU) dan Central American Football Union (UNCAF) dalam menuntut perubahan nyata pada tata kelola, transparansi, dan akuntabilitas FIFA.
Langkah ini menempatkan kedua federasi tersebut berseberangan dengan Federasi Sepak Bola Meksiko, yang juga merupakan sesama tuan rumah Piala Dunia 2026. Berbeda dengan AS dan Kanada, Meksiko memilih tetap memberikan dukungan kepada Infantino di tengah gelombang kritik yang terus menguat.
Sikap AS dan Kanada muncul sebagai respons atas surat bersama yang diterbitkan oleh tiga konfederasi besar dunia: UEFA (Eropa), CONCACAF (Amerika Tengah dan Karibia), serta Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Ketiganya menyerukan reformasi dalam struktur kepemimpinan FIFA dan menekankan bahwa sepak bola tidak boleh dikuasai oleh satu individu. Dalam surat tersebut, mereka menyatakan bahwa kepemimpinan bukan berarti kepemilikan, dan bahwa olahraga ini bukan milik siapa pun secara pribadi. US Soccer dan Canada Soccer turut menyebarkan tautan surat itu melalui media sosial mereka.
Tekanan terhadap Infantino bermula dari rencananya membentuk badan komersial baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE), yang dirancang untuk mengelola sisi bisnis Piala Dunia dengan melibatkan investasi swasta. Rencana itu menuai kontroversi luas hingga akhirnya dibatalkan. Meski demikian, kritik terhadap kepemimpinannya tidak mereda.
FIFA sempat merespons situasi ini pada 8 Agustus dengan menyebut adanya upaya terkoordinasi dari sejumlah pihak untuk melemahkan organisasi dan kepemimpinan Infantino. Namun dua hari berselang, UEFA, CONCACAF, dan AFC justru merilis pernyataan bersama yang semakin memperkuat desakan agar FIFA berbenah.
Di sisi lain, tidak semua konfederasi satu suara. Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) dan Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) diketahui menyatakan dukungan penuh kepada Infantino, menunjukkan bahwa kubu pendukung dan pengkritik Infantino sama-sama memiliki basis yang signifikan di tingkat global.
Piala Dunia 2026 sendiri telah usai digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, dengan Spanyol keluar sebagai juara dari turnamen yang diikuti 48 negara. Kini, polemik soal tata kelola FIFA menjadi agenda besar yang harus diselesaikan oleh para pemangku kepentingan sepak bola dunia pasca-turnamen.
Tag: FIFA, Gianni Infantino, US Soccer, Piala Dunia 2026, tata kelola sepak bola