Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

Tiga ABK Indonesia Jadi Korban Serangan Drone di Selat Bab Al-Mandeb, Satu Diduga Tewas

2026-08-11 23:01 WIB · aindari · 👁 337 dibaca

Kemlu RI membenarkan tiga warga negara Indonesia awak kapal MV Tihamah terdampak serangan drone di perairan Yaman, dengan satu korban dilaporkan meninggal dunia namun masih dalam proses verifikasi.

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengonfirmasi bahwa tiga anak buah kapal (ABK) berkewarganegaraan Indonesia menjadi korban dalam insiden serangan di Selat Bab Al-Mandeb, Yaman. Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, menyampaikan konfirmasi tersebut melalui pernyataan tertulis kepada wartawan di Jakarta pada Selasa.

Ketiga WNI itu merupakan bagian dari awak kapal MV Tihamah yang diserang menggunakan drone ketika kapal sedang bersandar di Pelabuhan Bab Al-Mandeb. Kapal tersebut mengangkut total 11 ABK — delapan di antaranya warga negara Pakistan dan tiga sisanya warga Indonesia.

Dari tiga ABK WNI, kondisi masing-masing berbeda. Satu orang mengalami luka ringan akibat serpihan dan tidak membutuhkan perawatan rumah sakit. Satu orang lainnya mengalami luka dan telah mendapat penanganan medis di rumah sakit. Adapun satu ABK WNI lagi dilaporkan sejumlah media internasional meninggal dunia dalam insiden tersebut, meski Heni menegaskan informasi itu masih dalam proses verifikasi dan belum dapat dikonfirmasi secara resmi.

Sebelumnya, kantor berita Anadolu melaporkan seorang WNI termasuk dalam tiga ABK yang tewas akibat serangan di selat tersebut. Stasiun televisi Al-Jumhuriya TV yang berafiliasi dengan pemerintah Yaman juga menyebut dua warga Pakistan turut menjadi korban jiwa berdasarkan laporan awal. Serangan itu diduga dilakukan oleh kelompok Houthi, meski hingga saat berita ini diturunkan belum ada pernyataan resmi dari kelompok tersebut yang mengakui bertanggung jawab. Nama kapal maupun identitas pemiliknya pun belum disebutkan dalam laporan Al-Jumhuriya TV.

KBRI Muscat disebut terus memantau perkembangan situasi setelah berhasil menjalin komunikasi dengan para ABK WNI di atas kapal MV Tihamah. Kedutaan juga tengah berkoordinasi dengan otoritas setempat guna memperoleh konfirmasi resmi mengenai kondisi dan keberadaan ketiga WNI yang terdampak.

Kemlu RI menyatakan akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan perlindungan bagi para ABK, termasuk penyediaan bantuan dan pertolongan yang dibutuhkan. Kemungkinan fasilitasi kepulangan ketiga ABK ke Indonesia juga tengah dipertimbangkan, bergantung pada kondisi dan situasi di lapangan.

Selat Bab Al-Mandeb merupakan jalur strategis yang menjadi pintu masuk Laut Merah dari sisi barat Semenanjung Arab. Kawasan ini dalam beberapa tahun terakhir menjadi titik rawan akibat konflik yang berlangsung di Yaman.

Tag: ABK Indonesia, Bab Al-Mandeb, Houthi Yaman, Kemlu RI, MV Tihamah