Kebakaran Hutan Landa Dua Provinsi Spanyol, Lebih dari Seribu Warga Terpaksa Mengungsi
2026-08-11 08:30 WIB · aindari · 👁 385 dibaca

Api yang dipicu badai petir kering menghanguskan ribuan hektare lahan di Castellon dan Huelva, memaksa evakuasi massal di tengah ancaman risiko kebakaran ekstrem menjelang gerhana matahari total.
Dua kebakaran hutan besar yang melanda wilayah Castellon di timur dan Huelva di selatan Spanyol memaksa lebih dari seribu warga meninggalkan tempat tinggal mereka pada Senin (10/8). Situasi ini terjadi dalam waktu yang berdekatan dengan momen gerhana matahari total yang diperkirakan akan menarik jutaan orang ke kawasan pedesaan dan pegunungan.
Di Provinsi Castellon, sekitar 900 warga kota Cati dievakuasi sementara petugas pemadam kebakaran berjuang memadamkan api di sekitar Tirig. Hingga Senin, kebakaran tersebut telah melahap lahan seluas 684 hektare. Api berawal dari serangkaian titik kebakaran yang muncul setelah badai petir kering melanda kawasan itu pada Jumat (7/8). Meski kelembapan udara yang tinggi pada malam hari sedikit membantu proses pemadaman, pihak berwenang tetap mewaspadai pergerakan api di sisi utara yang mengarah ke Cati, tempat lebih dari 60 peternakan hewan berada.
Sementara itu, kebakaran terpisah di selatan Provinsi Huelva yang mulai berkobar sejak Kamis (6/8) di dekat Niebla telah membakar sekitar 8.000 hektare lahan. Sebanyak 467 orang terpaksa mengungsi, sebagian besar berasal dari Berroccal — kota yang pernah menjadi pusat bencana serupa pada 2004 ketika api menghanguskan sekitar 34.000 hektare.
Kebakaran ini terjadi di tengah peningkatan kewaspadaan nasional menjelang gerhana matahari total pada Rabu (5/8). Badan cuaca nasional AEMET memperingatkan bahwa sebagian besar wilayah Spanyol menghadapi risiko kebakaran hutan sangat tinggi hingga ekstrem pada hari tersebut. Kekhawatiran utama adalah lonjakan pengunjung ke kawasan hutan yang kering dapat memicu titik api baru sekaligus menghambat akses layanan darurat.
Menteri Transisi Ekologi Sara Aagesen menegaskan bahwa kondisi vegetasi yang sangat kering membuat bahkan percikan kecil atau kelalaian sepele berpotensi memicu kebakaran dengan dampak yang menghancurkan bagi masyarakat, ekosistem, dan warisan alam. Risiko konkret yang disebut pihak berwenang mencakup puntung rokok, aktivitas pembakaran seperti barbeque, hingga kemacetan lalu lintas yang bisa menghalangi tim darurat. Sebagai respons, sejumlah acara pengamatan gerhana dibatalkan dan akses ke lebih dari 100 kawasan alam ditutup.
Ancaman ini diperparah oleh gelombang panas berkepanjangan. AEMET mencatat bahwa Juli 2026 menyamai rekor Juli 2022 sebagai bulan terpanas di daratan utama Spanyol sejak pencatatan nasional dimulai pada 1961, dengan suhu rata-rata 25,7 derajat Celsius — atau 2,6 derajat di atas rata-rata periode 1991–2020. Kondisi iklim ekstrem ini menjadi latar belakang yang memperburuk kerentanan kawasan hutan terhadap kebakaran.
Tag: Spanyol, kebakaran hutan, evakuasi, gerhana matahari, gelombang panas